Doakan Puan Presiden, PKB: Gus Muhaimin Contohkan Etika Berpolitik
×

Adsense

Adsense Mobile

Doakan Puan Presiden, PKB: Gus Muhaimin Contohkan Etika Berpolitik

Senin, 26 September 2022 | 19.30 WIB Last Updated 2022-09-26T12:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Jazilul Fawaid
Jazilul Fawaid. (f/pkb)

JAKARTA, Mjnews.id - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah memutuskan ketua umumnya, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Namun, saat bertemu dengan Ketua DPR RI* Puan Maharani yang juga menjadi kandidat kuat capres PDIP, Gus Muhaimin justru mendoakan Puan bisa menjadi presiden dan dirinya minimal menjadi wakil presiden.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, doa yang disampaikan Gus Muhaimin kepada Puan merupakan bagian dari motivasi bahwa putri ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut merupakan sosok yang memenuhi persyaratan sebagai capres, baik dari sisi partai politik maupun jam terbangnya di politik.

”Doa-doa terbaik disampaikan Gus Muhaimin. Mbak Puan didoakan sebagai presiden, saya pikir Gus Muhaimin mencontohkan etika berpolitik yang baik bahwa politik itu harus saling mendukung, bukan saling menjatuhkan," ujar Gus Jazil, Senin (26/9/2022).

Menurutnya, Gus Muhaimin juga ingin memberikan motivasi kepada Puan Maharani yang juga memiliki kompetensi untuk menjadi presiden. "Doa Pak Muhaimin bukan doa yang di awang-awang. Jadi Mbak Puan memenuhi syarat untuk menjadi capres. Partainya cukup dan Mbak Puan juga punya pengalaman panjang di politik,” ujarnya, Senin (26/9/2022). 

Menurut Gus Jazil, tidak hanya kepada Puan Maharani, doa terbaik juga disampaikan Gus Muhaimin kepada Prabowo yang juga didoakan menjadi Presiden. ”Kemarin saat bertemu dengan para santri di Ponpes Tegalrejo, Magelang, Gus Muhaimin juga mendoakan Pak Prabowo sebagai presiden. Inilah etika politik apalagi PDIP dan Gerindra kursinya lebih besar dari PKB," tuturnya.

Mengenai pernyataan Gus Muhaimin bahwa dirinya siap jadi calon wakil presiden, hal itu dimaksudkan untuk memberikan pendidikan politik ke publik bahwa di dalam politik itu ada yang disebut dengan kompromi politik.

"Politik itu ada kompromi-kompromi, ada basis-basis rasional yang juga dipertimbangkan, meskipun sampai hari ini PKB tetap memberikan mandat kepada Gus Muhaimin untuk menjadi capres sesuai keputusan Muktamar Bali," katanya.

Karena itu, kata Gus Jazil, PKB terus secara aktif mensosialisasikan dan mengupayakan agar Gus Muhaimin bisa menjadi capres. 

Terkait peluang untuk berkoalisi dengan PDIP setelah Gus Muhaimin dan Puan Maharani ziarah bareng ke Makam Taufiq Kiemas dilanjutkan dengan makan pecel pincuk bersama, Gus Jazil mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan tahap awal yang belum menghasilkan keputusan politik apapun. Namun, dari pertemuan itu sangat memungkinkan untuk dilakukan pertemuan atau tahap-tahap komunikasi lanjutan.

"Pertemuan Gus Muhaimin dengan Mbak Puan menurut saya inilah justru kedewasaan berpolitik dari Gus Muhaimin dan PKB. Kita tidak pernah menutup komunikasi dengan partai apapun, apalagi dengan PDIP yang selama ini kawan lama dan punya hubungan historis panjang," tuturnya.

Hingga saat ini, menurut Gus Jazil, kerjasama politik yang sudah resmi dilakukan PKB yakni bersama Partai Gerindra. Kedua partai juga sepakat untuk memperluas koalisi dengan partai politik lain.

"Sebelumnya Pak Prabowo juga naik kuda bareng Mbak Puan, kemudian kemarin Gus Muhaimin makan pecel bareng Mbak Puan. Jadi komunikasi PKB dengan PDIP atas sepengetahuan Partai Gerindra dan memang itu kesepakatan kita untuk menambah rekan koalisi," paparnya.

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update