DPPKBP3A Sosialisasikan Nagari Ramah Perempuan Peduli Anak se-Pasbar
×

Adsense

Adsense Mobile

DPPKBP3A Sosialisasikan Nagari Ramah Perempuan Peduli Anak se-Pasbar

Selasa, 13 September 2022 | 03.00 WIB Last Updated 2022-09-12T20:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

DPPKBP3A Sosialisasikan Nagari Ramah Perempuan Peduli Anak se-Pasbar
DPPKBP3A Sosialisasikan Nagari Ramah Perempuan Peduli Anak se-Pasbar. (f/kominfo)

Pasbar, Mjnews.id - Hadirnya Program Nagari Ramah Perempuan dan Peduli Anak melalui kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan Kementerian Desa/ Nagari menuntut nagari khususnya di Kabupaten Pasaman Barat, berperan aktif dalam mengoptimalkan pembangunan nagari yang berintegrasi kepada pemenuhan Hak Perempuan dan Anak sesuai 5 isu prioritas PPPA berdasarkan arahan presiden Republik Indonesia. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pasbar, Anna Rahmadia saat melaksanakan Sosialisasi Nagari Ramah Perempuan Peduli Anak di Aula Kantor DPPKBP3A, Senin (12/9/2022).

"Adapun 5 isu prioritas melalui arahan presiden yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan atau pengasuhan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keempat yakni penurunan pekerja anak dan isu prioritas kelima adalah pencegahan perkawinan anak," tutur Anna Rahmadia.

Ia juga mengungkapkan bahwa program ini menjadi contoh pembangunan yang berbasis pemenuhan hak perempuan dan anak secara nyata dan terintegrasi di tingkat pemerintahan nagari serta percontohan bagaimana pemerintah nagari dapat menyelesaikan isu-isu perempuan dan anak yang ada di masing-masing nagari.

"Tugas kita bersama dalam menyelesaikan segala permasalahan mengenai pemenuhan hak perempuan dan anak. Untuk itu, perlu kerjasama semua stakeholder terkait dalam menjalankan program yang ada," tegas Anna Rahmadia.

Di akhir sambutannya ia juga menegaskan bahwa nagari memiliki peran penting dalam pelaksanaan program tersebut, dimana nagari harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya perempuan dan anak. Memenuhi hak atas perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta tersedia sarana dan prasarana publik yang ramah perempuan dan peduli anak. 

Turut Hadir, Kabid Sosial Budaya Bappeda Muhammad Faysal Lubis, Kabid Pelayanan Sosial Dasar Masyarakat DPMN Milda Dari, Kasi Peningkatan Kualitas dan Perlindungan Perempuan Hartati, Wali Nagari Induk se-Pasaman Barat, Pj Wali Nagari Persiapan se-Pasaman Barat serta stakeholder terkait lainnya.

(dedi)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update