Elektabilitas Terus Meningkat, Gus Muhaimin Ajak Nyaleg lewat PKB
×

Adsense

Adsense Mobile

Elektabilitas Terus Meningkat, Gus Muhaimin Ajak Nyaleg lewat PKB

Minggu, 04 September 2022 | 13.00 WIB Last Updated 2022-09-04T09:58:49Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Muhaimin Iskandar
Muhaimin Iskandar. (f/pkb)

JAKARTA, Mjnews.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A. Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengajak putra-putri terbaik bangsa untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) melalui PKB pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 mendatang. 

Gus Muhaimin mengatakan, pemilihan partai politik yang tepat harus menjadi perhatihan khusus bagi seorang caleg sebagai kendaraan politik di Pemilu 2024. ”Jangan sampai salah memilih partai politik. Ini penting karena ada aturan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 20 persen. Meskipun perolehan suara individu banyak, kalau partai politiknya nggak lolos Senayan maka suaranya mubazir, siasia,” kata Gus Muhaimin, Minggu (4/9/2022). 

Menurutnya, dengan elektabilitas yang terus menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu, caleg PKB memiliki peluang besar untuk lolos ke Senayan. ”Tentu syaratnya caleg tersebut memiliki kapasitas, rekam jejak yang baik, dan dekat dengan masyarakat. Mari bersama-sama berjuang untuk membangun bangsa ke depan bersama PKB,” tuturnya. 

Cicit salah satum pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini mengatakan bahwa tren kenaikan elektabilitas PKB ini dipicu oleh berbagai faktor. Selain karena kerja keras seluruh jejaran pengurus, simpatisan dan kader PKB di semua tingkatan yang tidak pernah lelah untuk melakukan konsolidasi dan berbagai kegiatan yang dekat dengan rakyat, kepercayaan publik yang tinggi terhadap PKB juga menunjukkan bahwa kerja-kerja politik PKB selama ini diterima denagn baik oleh masyarakat. 

”Kepercayaan yang tinggi dari masyarakat ini harus terus kita jaga bersama, bahkan harus kita tingkatkan. PKB sebagai partai politik yang dilahirkan oleh para ulama untuk bangsa, tentu tidak memiliki motivasi apapun, selain bagaimana bisa berbuat yang terbaik untuk kepentingan masyarakat dan bangsa,” katanya. 

Gus Muhaimin mengajak para pengurus dan kader PKB untuk tidak lebih dulu berpuas diri dengan peningkatan elektabilitas yang ada saat ini karena target PKB adalah memenangkan Pemilu baik legislatif maupun Pilpres. ”Di Pileg kalau tidak bisa nomor satu minimal nomor dua. Target kita menang pileg, pilpres dan pilkada serentak,” ungkapnya. 

Saat ini, PKB telah membuka pendaftaran caleg baik untuk tingkatan DPRD kabupaten/kota, provinsi maupun caleg DPR RI. Pada Pemilu 2019 mendatang, PKB menargetkan perolehan kursi di Senayan sebanyak 100 kursi. ”Alhamdulillah yang daftar sudah cukup banyak,” kata Gus Muhaimin.

Diketahui, elektabilitas PKB dari berbabgai hasil survei menunjukkan tren yang cukup positif. Terbaru, hasil survei terbaru yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sabtu (3/9/2022), PKB bertengger di urutan tiga besar dengan tingkat elektabilitas 9,5%, mengungguli sejumlah partai lain seperti Partai Golkar (9,1%), Partai Demokrat (6,6%), PKS (4,1%), NasDem 3,5%, Perindo 3%, PPP 2,7%, dan PAN 1,9%. PKB hanya berada di bawah PDIP di urutan pertama (24,8%) dan Partai Gerindra di urutan kedua (11%). 

”Dibanding hasil Pemilu 2019, dukungan pada PKB cukup stabil, dari 9,7 persen pada Pemilu 2019 menjadi 9,5 persen pada survei Agustus 2022,” ujar Deny saat merilis hasil survei bertajuk “Tren Elektabilitas Partai Jelang Pemilu 2024” yang disiarkan melalui kanal Youtube SMRC TV, Sabtu (3/9/2022). 

Jika dilihat dari tren elektabilitas berdasarkan hasil survei sebelumnya, elektabilitas PKB terus menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan hasil survei serupa yang dilakukan SMRC pada Desember 2021 lalu, saat itu elektabilitas PKB hanya mencapai 8,4%. Selanjutnya pada survei Maret 2022 naik menjadi 8,6%, dan survei terbaru Agustus 2022 di angka 9,5%. 

Dukungan untuk PKB hingga 1,5 tahun menjelang Pemilu 2024 juga lebih baik dibandingkan menjelang Pemilu 2019. Hingga 1,5 tahun menjelang Pemilu 2024, rata-rata elektabikitas PKB dalam survei Maret 2020 hingga Agustus 2022 adalah 8,8%, lebih tinggi 3,5% dibanding rata-rata elektabilitas yang diraihnya menjelang 2019 dalam survei Mei 2015 hingga September 2017 sebesar 5,3%.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1.220 responden. Response rate sebesar 1053 atau 86%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update