Gubernur Ansar Rangkul IPPAT Kepri Majukan Investasi
×

Adsense

Adsense Mobile

Gubernur Ansar Rangkul IPPAT Kepri Majukan Investasi

Jumat, 16 September 2022 | 00.30 WIB Last Updated 2022-09-15T17:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ansar Ahmad hadiri Rakor Pengwil IPPAT Provinsi Kepri
Gubernur H. Ansar Ahmad menghadiri Rapat Koordinasi bersama Pengurus Wilayah (Pengwil) Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Provinsi Kepri. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad menghadiri Rapat Koordinasi bersama Pengurus Wilayah (Pengwil) Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Provinsi Kepri di Comforta Hotel Tanjungpinang, Selasa (13/9/2022). Ini merupakan diskusi sekaligus audiensi perdana Gubernur Ansar bersama Pengwil IPPAT Kepri dalam setahun lebih kepemimpinannya. 

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Pengwil IPPAT Kepri Sri Rahayu Soegeng, Sekretaris Pengwil IPPAT Kepri Sutikno, Majelis Kehormatan Wilayah IPPAT Kepri, dan Para Ketua serta Pengurus Daerah (Pengda) IPPAT Kepri. Turut mendampingi Gubernur Ansar Tim Percepatan Pembangunan Sarafuddin Aluan dan Suyono, Kepala Dinas PUPR Abu Bakar, dan Kepala Biro Hukum Kuntum Purnomo. 

Saat ini anggota IPPAT Kepri mengumpulkan 237 orang yang terbagi atas 4 Pengda yaitu Pengda Tanjungpinang sebanyak 59 orang, Batam 125 orang, Bintan 25 orang dan Karimun 23 orang. Sedangkan anggota IPPAT yang berasal dari Kabupaten Natuna, Lingga dan Anambas bergabung dengan Pengda Tanjungpinang. 

Ansar dalam kesempatan itu menyampaikan Pemprov Kepri sangat berkepentingan dengan Gubernur Ansar sebagai mitra kerja. Hal ini disebabkan Kepri memang merupakan daerah yang gerakan dan mobilisasi investasinya berjalan cepat. 

"Sehingga bicara kemajuan investasi wilayah harus juga bicara tentang hukum yang tentu berkaitan dengan kepemilikan hak atas tanah. Semua itu terfasilitasi dengan keberadaan PPAT, termasuk notaris" ungkap Gubernur Ansar.

Hal itu bukan tanpa alasan. Gubernur Ansar yakin ke depan Kepri akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan investasi. Saat ini saja Gubernur mencontohkan selama 2 tahun ke belakang sudah USD 1,8 miliar telah diinvestasikan di PT. Bintan Alumina Indonesia.

"Maka ini terus kita perluas. Pola-pola pendekatan untuk membangun kawasan ekonomi seperti ini jauh lebih efektif daripada membangun secara sporadis. Kalau pembangunan dengan baik, nilai ekonomisnya jadi tinggi" ujar Gubernur. 

Ansar menambahkan, saat suatu daerah mengalami kemajuan dan perkembangan, Gubernur kepastian hukum merupakan kebutuhan utama karena berbagai masalah di bidang pertanahan pasti menyusul, contohnya tumpang tindih dan sengketa lahan, hingga kasus mafia lahan.

"Untuk itu perlu kita menerapkan prinsip kehati-hatian. Mari wadah ini menjadi salah satu sarana komunikasi, saling mengingatkan, tempat diskusi membangun inovasi. Bagi Pengurus Pengwil maupun Pengda tidak perlu dikonsultasikan untuk mengkonsultasikan berbagai permasalahan secara vertikal horizontal" pesan Gubernur Ansar.

Sebagai apresiasi yang telah disampaikan, agar IPPAT lebih dikenal luas oleh masyarakat Gubernur Ansar mengusulkan untuk merancang kegiatan-kegiatan sosial bersama Pemprov Kepri. Ini sebagai salah satu upaya agar IPPAT lebih eksis di masyarakat bersama kolaborasi dengan Pemprov. 

"Selain itu untuk mencari pemecahan masalah-masalah terkait provinsi pertanahan di tingkat teknis serta komitmen bersama gambar positif sebagai sesama mitra kerja, perlu juga kita gelar suatu bentuk acara harmonisasi tugas. Kita undang BPN, BP2RD, Bappeda dan Kabupaten Kota, serta Pemko dan Pemkab se-Kepri" usul Gubernur Ansar.

Sementara itu, Sekretaris Pengwil IPPAT Kepri Sutikno menambahkan dalam tatanan teknis PPAT membantu meningkatkan pendapatan daerah melalui penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). 

Namun saat ini menurut Sutikno Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sehingga diperlukan untuk disusunnya Peraturan Daerah baru sebagai dasar pemungutan BPHTP. 

"Sampai saat ini komunikasi antara PPAT dengan tatanan teknis di bawah seperti BP2RD cukup baik. Kiranya kami di Pengwil IPPAT dapat dilibatkan dan berperan dalam penyusunan Perda sehingga penerapannya akan lebih baik" ujar Sutikno.

(ron/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update