Gus Muhaimin, Prabowo, Puan Ingin Nyapres, PKB: Itu Seni Kompromi
×

Adsense

Adsense Mobile

Gus Muhaimin, Prabowo, Puan Ingin Nyapres, PKB: Itu Seni Kompromi

Minggu, 25 September 2022 | 16.00 WIB Last Updated 2022-09-25T11:54:55Z

Advertisement

Advertisement

Penjajakan politik PDIP dengan PKB
Penjajakan politik PDIP dengan PKB. (f/pkb)

JAKARTA, Mjnews.id - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedang melakukan penjajakan politik bersama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), setelah sebelumnya sudah resmi menjali kerja sama politik dengan Partai Gerindra. 

Penjajakan politik PDIP dengan PKB dilakukan dengan cara “Diplomasi Pecel Pincuk” antara Puan Maharani yang disebut-sebut sebagai kandidat capres PDIP dengan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), Minggu (24/9/2022).

Keduanya juga melakukan ziarah bersama ke makam mantan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, suami dari ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Minggu (24/9/2022). 

Sebelum dilakukan “Diplomasi Pecel Pincuk”, Puan Maharani juga melakukan penjajakan politik dengan naik kuda bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Lantas seperti apa nantinya pola komunikasi yang akan dibangun antara PKB, PDIP dan Partai Gerindra, mengingat ketiga parpol sama-sama memiliki jagoan kandidat capres? 

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, PKB dan PDIP memiliki sejarah panjang, baik antarkedua parpol maupun secara pribadi Gus Muhaimin dengan keluarga Megawati. 

”Sekarang ini hanya mengatur irama saja. Kebersamaan di 2024 yang waktunya masih panjang, bagaimana nanti step-stepnya karena bukan hanya PKB, partai-partai lain juga menunggu siapa capres yang akan diusung PDIP?” kata Gus Jazil. 

Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan, penjajakan koalisi PKB-PDIP yang dilakukan hari ini untuk mempertegas bahwa kedua partai dari dulu sampai hari ini tetap dalam satu bingkain kebersamaan. ”Di 2024 tentu kami berharap bingkai ini dirangkai sampai pada pasangan. Kalau misi platform kan sudah sama, tinggal presiden dan wapresnya. Kalau PKB sudah jelas memutuskan Pak Muhaiman sebagai calon presiden,” tuturnya. 

Menurut Gus Jazil, masing-masing partai politik memiliki kedaulatan untuk menentukan capres atau cawapres sendiri. ”Dan kedaulatan PKB itu memutuskan Gus Muhaimin maju sebagai capres. Itu hasil Muktamar Bali,” tuturnya. 

Namun, karena ada syarat presidential threshold (PT) 20% dalam mengusung pasangan capres dan cawapres maka nantinya akan ada kompromi politik dengan partai yang menjalin koalisi dengan PKB. Sebab, modal suara PKB baru 10%. ”Di situ seninya, buat PKB dinamika seperti itu biasa karena kami menghormati kedaulatan partai masing-masing, tapi kami juga punya martabat, punya visi. Nah, disitu dikompromikan. Seni kompromi inilah yang dilakukan Gus Muhaimin selama ini. Seni komiunikasi, seni komunikasi, membangun relasi, membuka pintu-pintu komunikasi dengan semua, tidak parpol besar, tidak kecil,” katanya. 

Jika dengan Gerindra koalisi yang dibangun PKB sudah resmi melalui penandatanganan piagam kerjasama, Gus Jazil mengatakan kerjasama politik PKB dengan PDIP masih dalam tahap komunikasi awal. ”Pasti pembicaraan politik tak selesai di makan pecel, akan ada tahap-tahap perkembangan. Kalau ada tahap-tahap perkembangan, artinya komunikasinya terbuka dan intens. Kalau hari ini tidak ada kesepakatan resmi secara politik, hanya membangun narasi kebersamaan,” tutur Gus Jazil. 

Diketahui, Gus Muhaimin dan Puan Maharani berziarah ke makam Taufiq Kiemas di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu pagi (24/9/2022). Putri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu didampingi sejumlah elite PDIP antara lain Ahmad Basarah, Bambang Wuryanto, Charles Honoris, Said Abdullah, Trimedya Panjaitan, Utut Ardiyanto, dan sejumlah elite PDIP lainnya. Namun Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tidak tampak hadir. 

Sementara Gus Muhaimin datang didampingi Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid, Hanif Dzakiri, Sekjen Hasanuddin Wahid, Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Komiisi VI DPR Faisol Reza, Ketua Komisi X Syaiful Huda, Wakil Ketua Komisi IX Fathan Subchi, Anggota Komisi Daniel Johan dan sejumlah anggota Fraksi PKB DPR RI. 

Kedua tokoh tersebut bersama jajaran elite kedua partai politik membacakan Surat Yasin dan tahlil di atas pusara Taufiq Kiemas. Setelah itu, keduanya berjalan beriringan untuk makan pecel pincuk di depan TMP Kalibata.

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update