Sah! Harga BBM Subsidi Pertalite Naik Menjadi Rp 10 Ribu
×

Adsense

Adsense Mobile

Sah! Harga BBM Subsidi Pertalite Naik Menjadi Rp 10 Ribu

Sabtu, 03 September 2022 | 18.30 WIB Last Updated 2022-09-03T12:54:39Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

SPBU
Ilustrasi. SPBU

Jakarta, Mjnews.id - Pemerintah telah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi pertalite menjadi Rp10.000 perliter. 

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pertalite harga dari Rp. 7.650,00 yakni menjadi Rp. 10 ribu perliter.

Jenis solar bersubsidi dari Rp 5.150,00 perliter menjadi Rp 6.800,00 perliter, dan pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500,00 perliter menjadi Rp 14.500,00 perliter berlaku hari ini, Sabtu 3 September 2022, pukul 14.30 WIB.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan resmi tersebut dengan didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Dalam konferensi persnya tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak hari ini Sabtu. 

Presiden RI Joko Widodo mengatakan keputusan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) ini adalah pilihan terakhir pemerintah.

Yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian.

Presiden Joko Widodo sampaikan harga BBM bersubsidi
Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan resmi kenaikan harga BBM bersubsidi. (f/biro setpres)

Presiden Jokowi mengatakan dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

"Mestinya uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu dan saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit," kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta, dilansir dari Antara pada Sabtu 3 September 2022.

Menurut Presiden Jokowi Pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak harga minyak dunia.

Disampaikan Presiden sebetulnya ingin harga Bahan Bakar Minyak atau BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. 

"Akan tetapi, anggaran subsidi dan kompensasi BBM pada tahun 2022 telah meningkat tiga kali lipat dari Rp. 152,5 triliun menjadi Rp. 502,4 triliun," ungkap Presiden Jokowi. 

Presiden Jokowi menuturkan nilai subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut, juga terus meningkat, dan lagi lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu yaitu pemilik mobil-mobil pribadi. 

Kata Presiden Jokowi pemerintah sudah menyiapkan bantuan langsung tunai atau BLT BBM sebesar Rp. 12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp. 150 ribu perbulan dan mulai diberikan pada bulan ini September selama 4 bulan.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp. 9,6 triliun untuk 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp. 3,5 juta perbulan dalam bentuk bantuan subsidi upah yang diberikan sebesar Rp. 600 ribu.

"Saya juga telah memerintahkan kepada pemerintah daerah untuk menggunakan 2 persen dana transfer umum sebesar Rp. 2,17 triliun untuk bantuan angkutan umum bantuan ojek online dan untuk nelayan," kata Presiden Jokowi. 

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen agar penggunaan subsidi yang merupakan uang rakyat harus tepat sasaran. "Subsidi harus lebih menguntungkan masyarakat yang kurang mampu," pungkas Presiden Joko Widodo Republik Indonesia.

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update