Kadis Dikbud Purworejo Mediasi, Regrouping SDN Gesikan Belum Bisa Diterima Warga
×

Adsense

Adsense Mobile

Kadis Dikbud Purworejo Mediasi, Regrouping SDN Gesikan Belum Bisa Diterima Warga

Selasa, 06 September 2022 | 17.30 WIB Last Updated 2022-09-06T11:00:36Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Wasid Diono mediasi dengan warga terkait regrouping SDN Gesikan
Kepala Dinas Dikbud Purworejo, Wasid Diono mediasi dengan warga terkait regrouping SDN Gesikan. (f/m. taufik)

PURWOREJO, Mjnews.id - Mediasi antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Purworejo, Wasid Diono terkait regrouping bersama masyarakat dan wali murid dari SDN Gesikan, Kecamatan Kemiri dipastikan belum ada titik temu karena saat mediasi seluruh Komite Sekolah dan Wali Murid dari SDN Gesikan kompak belum setuju.

Wasit Diono mengatakan, tercatat ada sekitar 39 SD Negeri di wilayah kabupaten Purworejo yang digabung atau regrouping di tahun 2022 ini.

Sekilas diregrouping, lantaran berlokasi di satu tempat (desa) sehingga dilakukan penyatuan managemen, adapun lainnya di regroping lantaran jumlah siswa yang minim. Untuk SD N Gesikan sudah terbit SK sehingga harus dilakukan regrouping.

Terkait regrouping, pihak Pemdes belum bisa mengambil keputusan. Menurut Kepala Desa Gesikan, Suryono, sampai saat ini masyarakat dan wali murid masih mempertahankan keberadaan sekolah karena menurut mereka apa yang pernah disosialisasikan adalah jika murid di SDN Gesikan kurang dari 60 akan digabung atau diregrouping. Sedangkan saat ini jumlah siswanya ada 66 orang. Tapi sekarang ada alasan gurunya kalau mengajar murid kurang dari 20 hilang tunjangannya.

"Kenapa dari dulu itu tidak disampaikan dan baru disampaikan sekarang," ujar salah satu wali murid saat mendengar arahan dari kepala dinas.

Wali murid Titik Lestari mengemukakan, penggabungan SD N Gesikan ke SD N Paitan, para orang tua murid menolak.
 
Para orang tua murid mempunyai alasan kuat untuk menolak regrouping karena SD N Gesikan termasuk sekolah yang berprestasi di Kecamatan Kemiri dan jumlah siswanya pun sudah memenuhi jumlah dari apa yang disampaikan oleh kepala dinas agar dana BOS sekolah bisa cair yaitu lebih dari 60 anak.

"Kalau pun alasan lain, itu menjadi tanggung jawab pemerintah," katanya.

"Wali murid bersikukuh tidak mau memindahkan anaknya ketika harus masuk kategori sekolah yang diregroup," ungkapnya.

Ketua Komite SD N Gesikan, Sukirno menjelaskan bahwa pihak komite adanya regrouping ini tidak pernah dikasih tahu, apalagi ditembusi SK regrouping dan sampai saat ini komite belum pernah melihat apalagi membaca.

Komite selalu membantu mengusahakan apa yang menjadi kebutuhan sekolah, misalnya sekolah butuh laptop, komite berupaya dan selalu bisa mengusahakan.

"Karena kami tahu itu untuk kebutuhan sekolah juga demi anak-anak kami," ujarnya.

"Kok sekarang malah sekolah ditutup. Terus, keberadaan komite dianggap apa?" tutupnya.

Ketua BPD Desa Gesikan, Sidik merasa kecewa dengan adanya regrouping SD Gesikan dan akan terus berupaya agar sekolah tidak ditutup. Kami mohon kepada dinas terkait agar bisa mempertimbangkan keputusan regrouping ini demi ketenangan dan ketenteraman warga.

"Jangan sampai kebijakan regrouping sekolah ini justru nantinya akan meningkatkan angka putus sekolah," katanya.

(Fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update