Ketua LSM TAMPERAK Angkat Bicara Terkait Regrouping Sekolah di Purworejo
×

Adsense

Adsense Mobile

Ketua LSM TAMPERAK Angkat Bicara Terkait Regrouping Sekolah di Purworejo

Jumat, 23 September 2022 | 11.00 WIB Last Updated 2022-09-23T04:26:07Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Sumakmun
Ketua LSM TAMPERAK, Sumakmun. (f/m. taufik)

Purworejo, MJNews.id - Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggabungkan SD yang kekurangan murid dan penggabungan sekolah atau regrouping dinilai bukan solusi atas persoalan SD minim siswa. Disdikbud seharusnya bisa menciptakan inovasi agar SD-SD yang kekurangan siswa bisa bersaing dengan sekolah swasta.

Demikian disampaikan Ketua LSM TAMPERAK, Sumakmun, saat mendampingi masyarakat Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri saat audiensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (22/9/2022).

Mestinya Disdikbud dalam menggabungkan SD yang kekurangan siswa harus memetakan dulu SD yang siswanya kurang dari 60 anak dalam tiga tahun berturut-turut sesuai sosialisasi awal.

"Dan Disdikbud mencari inovasi atau terobosan-terobosan supaya anak-anak bisa masuk ke SD negeri. Bukan malah pasrah seperti itu dengan kebijakan regrouping. Apa pun itu para guru dan sekolah itu difasilitasi negara, mereka menerima gaji, dan sebagainya, sedangkan sekolah swasta berbeda," ujarnya.

Pria asal Desa Wirun itu menilai, problem SD negeri yang kekurangan siswa menjadi pekerjaan rumah Disdikbud dari tahun ke tahun dan dia tidak ingin tiap tahun ada regrouping sekolah.

Disdikbud seharusnya tahu solusinya dengan cara memetakan fasilitas di sekolah swasta dan SD negeri agar tidak kalah dengan swasta. Di sisi lain, dengan telah diangkatnya sebagian besar guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) seharusnya bisa meningkatkan kinerja dan tanggung jawab mereka.

“Tugas mereka mencari siswa sebanyak-banyaknya supaya semua masuk ke SD negeri dengan berbagai macam fasilitas yang ada. Tata kelola pendidikan harus ditingkatkan. Kualitas guru juga ditingkatkan. Bagaimana tata cara pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini? Sekarang informasi sudah maju lewat medsos, fasilitas laptop, dan seterusnya,” ujarnya.

Disdikbud perlu melakukan inovasi pada metode pembelajaran di SD negeri agar bisa bersaing dengan sekolah swasta. Selain itu perlu ada nilai lebih yang bisa diberikan kepada lulusan SD negeri.

“Di SD swasta lulus bisa hafalan Al-Quran sampai juz tertentu maka SD negeri juga bisa seperti itu. SD negeri harus ada ekstrakurikuler hafalan Al-Quran dalam pembelajaran supaya ada persaingan dengan sekolah swasta, bukan malah alasan fasilitas yang menjadi dasar itu bagaimana kuwalitas mengajar sekolah,” jelas Sumakmun.

Penambahan esktrakurikuler itu penting supaya siswa bisa mengikuti perkembangan zaman karena perkembangan dari tahun ke tahun selalu berubah.

Dia menerangkan akan segera melayangkan surat ke Gubernur, menteri, Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak, kalau perlu sampai Presiden.

"Persoalan pendidikan anak jangan dianggap enteng, mereka generasi bangsa yang punya hak memperoleh pendidikan dan dilindungi Undang-Undang," terangnya.

(fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update