Kuliah Umum bersama Rektor UIN Imam Bonjol di STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang
×

Adsense

Adsense Mobile

Kuliah Umum bersama Rektor UIN Imam Bonjol di STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang

Jumat, 23 September 2022 | 20.00 WIB Last Updated 2022-09-23T13:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Martin Kustati berikan kuliah umum di STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Martin Kustati berikan kuliah umum di STIT Diniyyah Puteri Padang Panjang. (f/ist)

PADANG PANJANG, Mjnews.id - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang laksanakan kuliah umum dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd, Kamis (22/9/2022).

Dilaksanakan di Aula Zainuddin Labay El Yunusy, kuliah umum mengusung tema “Menjadi Guru Professional pada Era Society 5.0”, ini diikuti seluruh mahasiswi semester 1-9.

Martin Kustati menjelaskan, guru profesional pada era 5.0 ialah guru yang mempunyai tiga kompetensi. Yaitu attitude yang baik, skill yang mumpuni, dan komunikasi yang baik. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, seorang guru di era 5.0 harus melek teknologi karena dihadapkan pada dunia yang tanpa batas. Perkembangan teknologi informasi yang pesat, mengharuskan guru melek teknologi. Kendati begitu, nilai-nilai agama mesti dipertahankan. 

"Semua mesti terintegrasi untuk menjawab tantangan bangsa menyambut Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua STIT Diniyyah Puteri, Syarifatul Hayati, Lc., MA mengingatkan kembali perkataan Bunda Rahmah bahwa di tangan perempuan yang terdidik akan lahir generasi yang berkualitas. 

"Oleh karena itu, penting bagi seorang guru untuk menjadi guru yang profesional terutama di era 5.0. Karena siswa yang dihadapi berasal dari generasi Z yang sudah tumbuh dengan kemajuan teknologi,” ujarnya. 

Adinda Viola, mahasiswi Prodi PAI semester V yang mengikuti kuliah ini merasa senang mendapat materi tersebut. Menurutnya, materi yang dibawakan rektor UIN Imam Bonjol ini menunjukkan keseimbangan antara agama dan sains. 

"Semoga dengan mengikuti kegiatan kuliah umum ini bisa menginspirasi para mahasiswa calon guru," ujarnya.

(rls/arb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update