Mahasiswa KKN Unand Berikan Solusi, Ecobrick Atasi Sampah Plastik
×

Adsense

Adsense Mobile

Mahasiswa KKN Unand Berikan Solusi, Ecobrick Atasi Sampah Plastik

Senin, 12 September 2022 | 00.30 WIB Last Updated 2022-09-12T14:00:32Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Rahmihafiza sosialisasikan penggunaan ecobrick untuk atasi masalah sampah plastik
Mahasiswa KKN Unand, Rahmihafiza sosialisasikan penggunaan ecobrick untuk atasi masalah sampah plastik. (f/dok pribadi)

PASAMAN, Mjnews.id - Memprihatinkan! Jumlah sampah membludak di Jorong Tanjung Betung bahkan di setiap jorong di Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Maka dari itu, mahasiswa KKN Universitas Andalas (Unand) Padang melakukan sosialisasi mengenai pembuatan ecobrick.

Penumpukan sampah terjadi karena kurangnya perhatian masyarakat dan pemerintah setempat terhadap pengolahan dan pengelolaan sampah. Pengolahan dan pengelolaan tempat pembuangan sampah juga tidak tersedia di jorong tersebut sehingga saat berkunjung ke Tanjung Betung akan banyak ditemukan pemandangan sampah dimana-mana.

Karena itu, salah seorang mahasiswa KKN Unand, Rahmihafiza melakukan sosialisasi bagaimana pengelolaan sampah plastik yang tidak terpakai yaitu dengan membuat ecobrick yang diadakan di aula kantor Wali Nagari Tanjung Betung, belum lama ini, yang disambut antusias oleh warga.

Sosialisasi tersebut juga bertujuan untuk menyadarkan masyarakat betapa buruknya kebiasaan yang selama ini dilakukan seperti membuang sampah di sungai dan membiarkannya berserakan di tepi jalan.

Selain di Jorong Tanjung Betung, pengelolaan sampah plastik telah menjadi salah satu permasalahan besar dunia. Sampah plastik yang susah terurai membuat pencemaran dimana-mana serta dapat mengancam elemen yang ada di bumi. Pengolahan konvensional seperti membuang ke tempat pembuangan terakhir atau membakar sampai saat ini dinilai belum mampu mengatasi mengatasi jumlah sampah plastik yang terus bertambah.

Seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan maka ditawarkanlah sebuah solusi untuk pengelolaan sampah plastik yang dinilai lebih efektif yaitu diubah menjadi ecobrick.

Ecobrick adalah bata ramah lingkungan yang terbuat dari sampah botol plastik yang diisi dengan sisa-sisa sampah plastik yang sudah tidak digunakan lagi. Ukuran botol plastik yang digunakan bebas sebagaimana yang tersedia. Botol plastik diisi dengan sisa-sisa sampah plastik yang tidak terpakai hingga tidak ada ruang tersisa di dalam botol juga tidak ada udara yang tersisa dalam botol agar ecobrick tidak mleyot.

Selain bermanfaat untuk pengelolaan sampah fungsi ecobrick juga dapat dilihat dari sisi ekonomis dan fungsional. Ecobrick dapat menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan baik karena ecobrick itu sendiri dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan furnitur, perabotan, hingga material sebuah bangunan seperti dinding sebuah ruangan.

Selain mengirit biaya pembuatan produk-produk tersebut, ecobrick juga dapat diperjualbelikan dengan tujuan fungsi yang sama seperti di atas.

Sumber: Dea Ananda, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas, Kota Padang

(***)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

×
Berita Terbaru Update