Mengenal Kekayaan Intelektual Sejak Usia Dini: It's a Must!
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Mengenal Kekayaan Intelektual Sejak Usia Dini: It's a Must!

Rabu, 28 September 2022 | 17.00 WIB Last Updated 2022-09-28T10:52:18Z

Advertisement

Advertisement

Ronald Lumbuun
Kadiv Yankumham Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ronald Lumbuun. (f/kemenkumham)

JAKARTA, Mjnews.id - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly hari ini membuka Program DJKI Mengajar, Rabu (28/9/2022) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara ini secara serentak diikuti oleh 33 Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di seluruh Indonesia secara Virtual. Dalam hal ini jajaran Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta mengikuti secara Virtual, di Royal Kuningan, Jakarta.

DJKI Mengajar merupakan upaya Kemenkumham dalam memberikan pemahaman tentang Kekayaan Intelektual (KI) sejak dini kepada anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia.

Dimana DJKI Mengajar ini adalah salah satu kewajiban Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM (Kadiv Yankumham) Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ronald Lumbuun, untuk menjalankan sebagian tugas dan fungsi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di Wilayah Jakarta.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan "DJKI Mengajar" yang diselenggarakan oleh DJKI untuk memperkenalkan Kekayaan Intelektual kepada Siswa-Siswi Sekolah Dasar dan Menengah Pertama ini. Karena hal ini sangat penting untuk menanamkan kesadaran mereka untuk menghargai hasil karya orang lain sejak usia dini," ujar Ronald, di Royal Kuningan, Jakarta.

Dia pun menuturkan, hal ini diwujudkan dengan cara memperoleh ijin terlebih dahulu sebelum menggunakan hasil karya milik orang lain. 

Di samping itu, Ronald mengatakan program DJKI Mengajar ini juga dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya legalitas kekayaan Intelektual, melalui cara mendaftarkan dan atau mencatatkan setiap hasil karya intelektual yang dimilikinya kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini DJKI.

"Bottom line, memberikan pemahaman kekayaan intelektual sejak usia dini, It's a must," pungkasnya.

Ronald mengungkapkan, saat ini Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta telah menyiapkan 10 orang Guru KI (RuKI) untuk Mengajar yang siap terjun langsung memberikan pemahaman tentang Kekayaan Intelektual di sekolah yang telah ditunjuk. 

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan Pencatatan Inventarisir Kekayaan Intelektual Komunal Kepada Dinas Kebudayaan Pemprov DKI dan Lembaga Kebudayaan Betawi. 

DKI Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki Kekayaan Intelektual komunal yang lumayan banyak, yaitu di antaranya Lenong Betawi, Asinan Betawi, Es Selendang Mayang, Kerak Telor, Kue Rangi, Kesenian Ondel-Ondel, Tanjidor, Bubur Ase, Palang Pintu, Bir Pletok dan Sayur Sambal Betawi.

"11 Kekayaan Inteletual Komunal ini telah tercatat di DJKI. Pencatatan KI Komunal ini merupakan sebuah aset berharga yang dapat memajukan perekonomian Jakarta, sekaligus sebagai langkah besar membantu memulihkan ekonomi nasional dengan terus mengkampanyekan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual," tutup Ronald.

Dalam giat ini, Marcell Siahaan selaku Komisioner LMKN Bidang Hak Terkait turut hadir dengan menjelaskan pentingnya Kekayaan Intelektual bagi para anak SD dan SMP yang turut hadir di Royal Kuningan, Jakarta.

Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Pemda Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana, Ketua Lembaga Adat Betawi. Para Pendamping dan Guru dari SMP Santa Ursula Jakarta, SDK 6 Penabur Jakarta, SMP 11 Jakarta Selatan, SMP 285 Kepulauan Seribu, SDN Grogol 5 Petamburan Jakarta barat, SDN Wijaya Kusuma 5 Jakarta Barat, SDN Guntur 03 Pagi Jakarta Selatan, serta Para Siswa dan Siswi SMP dan SD peserta DJKI Mengajar.

(bs)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update