Pemko Padang Panjang Sosialisasikan Perwako Stunting
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Pemko Padang Panjang Sosialisasikan Perwako Stunting

Kamis, 29 September 2022 | 19.30 WIB Last Updated 2022-09-29T12:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Pemko Padang Panjang Sosialisasikan Perwako Stunting
Pemko Padang Panjang Sosialisasikan Perwako Stunting. (f/kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id - Percepat penurunan angka stunting, Pemerintah Kota gelar sosialisasi Perwako Nomor 47 Tahun 2022 tentang Percepatan, Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kota Padang Panjang Tahun 2022-2024.

Kegiatan berlangsung di Aula Bappeda yang dihadiri Asisten I, Syahdanur, S.H, M.Si, Kepala Bappeda Rusdianto, S.IP, MM, Kadis Kesehatan, dr. Faizah, Kadis Sosial PPKBPPPA, Drs. Osman Bin Nur, M.Si, Ketua TP-PKK Kota, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP serta OPD terkait, camat dan lurah.

Osman Bin Nur menyampaikan, kegiatan ini penting dilaksanakan guna memandu langkah-langkah dan aksi yang akan dilakukan untuk menurunkan angka stunting.

"Sampai saat ini kita sudah mengumpulkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap kelurahan untuk memberikan sosialisasi stunting," ujarnya.

Sementara itu, Dokter Dian menyampaikan, saat ini angka stunting balita di Padang Panjang adalah 14,7 persen berdasarkan survei Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM). Untuk anak usia di bawah dua tahun (baduta) sudah mencapai angka nasional di angka 13,5 persen.

"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah karena sudah bekerja keras dan perhatian sekali menurunkan angka stunting. Kami di PKK akan selalu menjadi mitra kerja dan ikut serta dalam menurunkan angka stunting ini. Ke depan kita harapkan seluruh stakeholder melakukan aksi untuk hal ini," tuturnya.

Sementara itu, Dokter Faizah mengatakan, Pemko sedang gencarnya menurunkan angka stunting. Mulai dari menyusun rencana, termasuk menyosialisasikan Perwako.
Dikatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam menurunkan stunting. "Jika kita bersama-sama menurunkan angka stunting, hasilnya akan lebih maksimal," ujarnya.

Rusdianto selaku narasumber menyampaikan, selama dua tahun terakhir ini upaya daerah dalam menurunkan angka stunting sudah menjadi kebijakan strategis.

Dipaparkannya, Padang Panjang dalam reformulasi target RPJMD 2018-2023 prevalensi stunting sudah turun dari tahun 2019 dipersentase 19,5 persen. Pada 2020 menjadi 17,06 persen, dan di 2021 menjadi 16,52 persen, serta 2022 pada angka 15,51 persen. 

"Untuk 2023, insyaa Allah akan mencapai 13,98 persen, jika kita semua saling membantu dan bersama-sama dalam menurunkan angka stunting. Kita percepat, kita cegah dan kita turunkan," sebutnya.

(cgs/arb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



Adsense



×
Berita Terbaru Update