Polda Jateng Bekuk 66 Pelaku Penimbunan dan Pengoplos Puluhan Ton BBM Bersubsidi
×

Adsense

Adsense Mobile

Polda Jateng Bekuk 66 Pelaku Penimbunan dan Pengoplos Puluhan Ton BBM Bersubsidi

Selasa, 06 September 2022 | 04.00 WIB Last Updated 2022-09-05T21:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Irjen Dedi Prasetyo
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Dedi Prasetyo. (f/humas)

JAKARTA, Mjnews.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menggelar puluhan kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari berbagai wilayah. Ada 66 orang yang menemukan dari 50 jumlah kasus, Senin (5/8/2022).

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, dari ini setidaknya 11 miliar rupiah lebih potensi kerugian negara.

“Adapun barang bukti yang menjadi keterangan yakni solar bersubsidi sebanyak 81,9 ton, pertalite sebanyak 3,2 ton, mobil 38 unit, motor 6 unit, alat komunikasi 9 unit dan tandon kapasitas 1.000 liter sebanyak 40 buah,” kata Dedi dalam tertulisnya, Senin (5/8/2022).

Adapun beberapa kasus yang menonjol yakni berada di Kudus. Polres setempat mengungkap adanya sebuah perusahaan yang membeli bio solar subsidi di sejumlah SPBU menggunakan beberapa mobil. Lalu solar dikumpulkan dan ditimbun untuk kemudian dijual ke industri.

Dalam kasus ini, dua kasus tersangka salah satunya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, 12 ton solar bersubsidi juga menjadi barang bukti.

Kasus lainnya yang menarik perhatian adalah penyelewengan yang dilakukan oleh oknum ASN di Pekalongan. Oknum tersebut bolak balik mengisi penuh tangki mobilnya solar. Polisi yang mengawasi lalu mengikuti orang-orang tersebut dan mendapati ternyata oknum tersebut memindahkan solar ke jerigen untuk dijual lebih mahal memanfaatkan kenaikan harga.

“Rata-rata motif para pelaku melakukan dan penimbunan BBM bersubsidi untuk mendapatkan keuntungan karena disparitas harga dan lemahnya pengawasan,” katanya.

Dedi menuturkan, Polri akan terus melakukan penegakan hukum tanpa memandang bulu terkait dan penimbunan BBM bersubsidi. Kemudian melakukan pengawalan dan pemantauan terhadap pendistribusian BBM.

“Menempatkan personel Polri di pom bensin dengan tujuan agar masyarakat dapat diberikan kejelasan serta menyikapi secara positif dampak kenaikan harga BBM tersebut selain melakukan pengamanan,” katanya.

(*/eds)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update