Program Bantuan Subsidi Bunga Pinjaman 0 Persen untuk UMKM Banyak Diminati
×

Adsense

Adsense Mobile

Program Bantuan Subsidi Bunga Pinjaman 0 Persen untuk UMKM Banyak Diminati

Rabu, 21 September 2022 | 04.00 WIB Last Updated 2022-09-21T04:12:44Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Penandatanganan Nota Kesepahaman
Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kredit/pembiayaan usaha mikro dengan subsidi bunga/margin antara Gubernur Kepulauan Riau dengan Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berkomunikasi dengan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) berupa pemberian hadiah lunak bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tanpa bunga (bunga 0 %) mendapat tanggapan positif dari masyarakat pelaku UMKM. Adapun bunga pinjaman yang seharusnya jadi tanggungan debitur, ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepri Kepri, tercatat per Agustus 2022 realisasi bunga kredit dari program ini telah mencapai angka lebih dari Rp650 juta. Dengan rincian Rp186 juta lebih di tahun 2021 dan Rp464 juta lebih di tahun 2022. Kemudian plafon kredit yang disalurkan telah mencapai Rp11.160 miliar dengan total 591 UMKM sebagai debitur.

“Program kredit UMKM dengan bunga 0 persen ini memang kita tujukan untuk pemulihan ekonomi. Dalam hal ini kita melihat Bank Riau Kepri yang sekarang menjadi Bank Riau Kepri Syariah. Harapan kita bisa membantu usaha kecil yang ingin bangkit setelah terpuruk karena pandemi,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Selasa (20/9/2022). 

Selama dua tahun dilanda pandemi Covid-19 semua tingkat usaha terkena, baik usaha makro maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Terutama UMKM yang tersebar di seluruh Kepulauan Riau mengalami masa-masa sulit sehingga memerlukan suatu bentuk stimulus bertahan, atau bahkan dapat memulai pemulihan ekonomi. Dan Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad berkomitmen dalam upaya memperkuat dan memberdayakan UMKM yang ada sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Sehingga mampu membuka kesempatan kerja yang luas dan memiliki kontribusi yang besar dalam mendukung pembangunan dan pemulihan ekonomi.

Jummlah UMKM diseluruh Kepri tercatat per tanggal 19 Januari 2022 sebanyak 146.638 UMKM. Masing-masing tersebar di Kota Batam 75.064 (51 persen), Kota Tanjungpinang 18,613 (13 persen), Kabupaten Bintan 11,783 (8 persen), Kabupaten Karimun 18,434 (13 persen), Kabupaten Natuna 8.454 (6 persen), Kabupaten Anambas 5.262 (4 persen) dan Kabupaten Lingga 9.028 (6 persen).

“Jumlah UMKM di Kepri cukup banyak, dan ini dapat dikatakan menjadi tulang punggung perekonomian Kepulauan Riau. Apalagi di masa-masa-pembatasan kegiatan masyarakat. Untuk mempertahankan eksistensi UMKM yang ada, kita perlu mengambil kebijakan ini,” kata Ansar lagi.

Adapun sasaran penerima manfaat kebijakan ini adalah UMKM yang bergerak di sektor produktif, kemudian UMKM yang tidak sedang menerima fasilitas dari Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank (kecuali UMKM yang sedang menerima fasilitas Kredit Konsumtif (KK), Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)), dan UMKM yang tidak tergolong sebagai debitur bermasalah berdasarkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Kebijakan bunga kredit 0 persen ini dimulai dengan memiliki Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman tentang kredit/pembiayaan usaha mikro dengan subsidi bunga/margin antara Gubernur Kepulauan Riau dengan Direktur PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri pada 21 Agustus 2021 perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan PT. Bank Riau Kepri pada 15 September 2021 serta Perubahan atas PKS pada tanggal 29 November 2021.

Setelah semua detail teknis dilengkapi, tanpa menunggu waktu lama, Gubernur Ansar resmi mengalirkan Program Bantuan Modal UMKM Dengan Bunga 0 Persen ditandai dengan selesai menyerahkan akad kredit kredit ke masyarakat serta menyimulasi akad kredit kredit tersebut di Kantor Bank Riau Kepri cabang Tanjungpinang, pada 8 Desember 2021 lalu, serta menyerahkan secara simbolis program ini di Kantor Bank Riau Kepri cabang Batam, pada 23 Desember 2021.

Gubernur Ansar pada saat itu menjelaskan, bantuan yang diberikan Pemprov Kepri berbentuk subsidi bunga 0 persen dari kredit modal. Dalam artian, masyarakat yang mengajukan kredit modal UMKM ke Bank Riau Kepri hanya perlu mengembalikan kredit semata. Sementara bunga dari kredit modal tersebut akan ditanggung seluruhnya oleh Pemprov Kepri.

“Para pelaku UMKM silahkan saja memanfaatkan fasilitas ini, dan tidak perlu memikirkan lagi bunga kreditnya. Bunganya sudah kita tanggung, jadi ini adalah kredit modal tanpa bunga,” ujar Gubernur.

Adapun detail skema kredit yang diberikan adalah kredit modal kerja maupun investasi bagi pelaku UMKM dengan plafon maksimal sebesar 20 juta rupiah. Bunga yang dikenakan kepada debitur adalah murni 0 persen di mana debitur mendapat subsidi bunga dari Pemprov Kepulauan Riau sebesar 9 efektif menurun. Jangka waktu kredit yang diberikan adalah selama 24 bulan, tidak dikenakan biaya penyediaan namun ada biaya administrasi sebesar Rp50 ribu. 

Pada tahun 2021 Gubernur realisasi kreditnya masih rendah dibandingkan data hingga Agustus 2022. Menurut Ansar hal tersebut wajar, karena memang pelaksanaan awalnya pada akhir tahun 2021.

"Karena memang kita actionnya di akhir tahun 2021, setelah semua persyaratan teknis selesai. Juga saat itu program ini belum tersosialisasi maksmimal ke masyarakat. Saat ini semakin banyak masyarakat yang tau dan ikut program ini sehingga capaian 2022 lumayan tinggi. Dan saya yakin akan terus bertambah. ini jumlah UMKM yang meminjam hingga akhir tahun,” ujar Gubernur.

Dari total plafon kredit yang telah disalurkan tersebut, tercatat UMKM dari Kota Tanjungpinang yang paling banyak memanfaatkan program ini, yakni sebanyak 161 UMKM dengan plafon kredit Rp3.071 miliar (27,52%), diikuti Kabupaten Natuna sebanyak 161 UMKM dengan plafon Rp3.065 miliar (27,46 persen), kemudian Kabupaten Karimun sebanyak 102 UMKM dengan plafon Rp1.958 miliar (17,54 persen), Kota Batam sebanyak 59 UMKM dengan plafon Rp1.060 miliar (9,50 persen), Kabupaten Lingga sebanyak 59 UMKM dengan plafon Rp1.052 miliar (9,43 persen), Kabupaten Bintan sebanyak 32 UMKM dengan plafon Rp632 juta (5,66 persen), dan Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 17 UMKM dengan plafon Rp322 juta (2,89 persen)

Dari data diatas dapat dilihat minat yang tinggi dari para pelaku UMKM yang memenuhi syarat untuk mengikuti program ini. Gubernur Ansar pun akan mendukung program ini secara berkepanjangan jika animo masyarakat terhadap program subsidi bunga modal UMKM ini sangat besar. Oleh karena itu, Gubernur meminta jajarannya agar program ini disosialisasikan lagi kepada masyarakat luas dan teman-teman UMKM yang lain.

“Kalau lebih banyak yang memanfaatkan program ini kita akan membuat skala usaha. Saya yakin masih banyak masyarakat yang belum tau informasi ini, agar bersama pemerintah daerah dan Bank Riau Kepri bantu sosialisasikan program ini,” tutup Gubernur.

(ron/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update