Respon Pernyataan Dugaan Pelecehan Istri Ferdy Sambo, Ahmad Sahroni: Mencederai Logika Publik!
×

Adsense

Adsense Mobile

Respon Pernyataan Dugaan Pelecehan Istri Ferdy Sambo, Ahmad Sahroni: Mencederai Logika Publik!

Selasa, 06 September 2022 | 20.30 WIB Last Updated 2022-09-06T13:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni. (f/eki baehaki)

Jakarta, Mjnews.id - Isu yang beredar yang menjadi topik hangat perbincangan publik dalam peristiwa kasus Ferdy Sambo. Dikabarkan isu kasus pembunuhan Brigadir J diduga ada pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo,Putri Candrawathi yang kini ditetapkan sebagai tersangka. 

Pernyataan ini disampaikan oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan menyebut motif dalam kasus Ferdy Sambo menduga adanya pelecehan. 

Merespon hal ini Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Ahmad Sahroni menilai terkait pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komnas Perempuan sudah mencederai logika publik.

Dia mengatakan Polisi pun sudah menyatakan hal ini bahwa laporan soal dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi adalah palsu.

"Kita hargai dan ikuti proses hukum yang sedang berjalan, Komnas HAM dan Komnas Perempuan jangan menggiring opini yang mencederai logika publik,” kata Ahmad Sahroni kepada wartawan, dikutip dari pmjnews, Selasa 6 September 2022.

Ahmad Sahroni menuturkan pihak Polri sudah menemukan tidak adanya dugaan pelecehan dalam kasus tersebut. 

Kata Dia sedangkan dua Komnas itu justru menyatakan sebaliknya berdasarkan pengakuan tersangka. 

Politisi Nasdem itu pun mengimbau Komnas HAM serta Komnas Perempuan secara tidak langsung menyampaikan pernyataan tersangka kepada publik sekaligus membuat pernyataan tersebut seolah sebuah kebenaran.

Menurutn Ahmad Sahroni pernyataan Komnas HAM dan Komnas Perempuan berkenaan dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Chandrawathi sangat berbahaya.

"Jangan sampai ada penggiringan-penggiringan opini yang nanti dapat mencederai logika berpikir masyarakat, ini malah bikin penyidikan legitimate yang tengah dilakukan polisi jadi rancu," pungkas Ahmad Sahroni.

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update