Sekelumit Kisah Mahasiswa KKN Unand “Maggot Maggot Yes” di Nagari Palaluar Sijunjung
×

Adsense

Adsense Mobile

Sekelumit Kisah Mahasiswa KKN Unand “Maggot Maggot Yes” di Nagari Palaluar Sijunjung

Selasa, 06 September 2022 | 18.30 WIB Last Updated 2022-09-06T12:01:55Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Mahasiswa KK Unand di Nagari Palaluar perkenalkan hukum sejak dini
Mahasiswa KK Unand di Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung perkenalkan hukum sejak dini kepada murid SD. (f/instagram @diarykknpalaluar)

SIJUNJUNG, Mjnews.id - Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) adalah salah satu wujud aplikasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat oleh para mahasiswa. Kegiatan KKN-PPM ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari dan mengenal segala aspek yang ada di dalam masyarakat sebagai bekal jika sudah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.

KKN-PPM Universitas Andalas (Unand) dimulai dari 25 Juli sampai 27 Agustus 2022. Dengan total waktu 34 hari, mahasiswa disebar di seluruh nagari yang ada Sumatera Barat (Sumbar) dan harus memaksimalkan kinerjanya untuk membangun nagari di tempat mereka mengabdi.

Pada 18 Juli 2022, pengumuman penempatan mahasiswa KKN-PPM Unand dipublikasikan. Setelah dibuka ternyata saya ditempatkan di Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Jujur saya merasa sedikit terkejut karena saya ditempatkan di daerah yang cukup jauh dari Kota Padang. 

Lalu, saya lihat di daftar tersebut saya diampu oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Dr. Ir. Firda Arlina, M.Si., Dosen Fakultas Peternakan Unand. Tentu saja saya juga melihat daftar nama 24 mahasiswa lainnya yang saat itu masih asing dan belum saling kenal. Namun, ada satu hal yang segera saya lakukan yaitu menyimpan nomor telepon ibu DPL dan contact person yang tertera di sana.

Dua hari setelah pengumuman itu, kelompok KKN Nagari Palauar kemudian mengadakan pertemuan lewat zoom yang dihadiri oleh seluruh anggota dan ibu dpl. Pertemuan ini bertujuan untuk perkenalan dan juga membahas sedikit tentang hal-hal yang dibisa dilakukan dalam waktu dekat seperti survey lapangan dan sebagainya. Dalam pertemuan tersebut juga ditunjuk ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara kelompok KKN Nagari Palaluar.

Bayangan tentang masa-masa KKN ke depan pun mulai muncul. Apa kendaraan kami ke sana? Bagaimana tempat tinggal di sana nanti? Apakah temen-temennya seru? Apa saja kebutuhan yang perlu dibawa? Program kerja apa yang akan dilakukan? dan masih banyak lagi.

Singkat cerita, pada Senin, 25 Juli 2022 berangkatlah rombongan KKN Nagari Palaluar dari Padang menuju Sijunjung. Sebelumnya, tidak semua dari kami mengikuti perjalanan itu karena ada yang memang berdomisili dan sudah berada di Sijunjung, Kami berangkat bersama-sama dengan menggunakan kendaraan beroda dua di tengah cuaca yang saat itu sedang badai hujan. Perjalanan yang dilalui penuh lika-liku, mulai dari cuaca tentunya, tanah longsor, mencari toilet, mudah lapar, pegal, hingga menggigil, semuanya ditahan kala itu demi sampai dengan selamat di Nagari Palaluar.

Sesampainya di sana kami disambut oleh teman-teman yang sudah lebih dulu berada di lokasi dan langsung makan malam bersama di posko. Saat itulah untuk pertama kali kami berkumpul bersama-sama secara langsung dan lengkap semuanya tanpa kurang suatu apa pun.

Seperti KKN-PPM pada umumnya, keesokan hari kami langsung mendatangi kantor wali nagari, kantor camat, dan juga polsek setempat untuk meminta izin berkegiatan di sana selama kurang lebih satu bulan.

Minggu pertama belum ada program kerja (proker) yang kami lakukan. Minggu ini kami masih dalam tahap menyusun jadwal dari program kerja yang akan dilaksanakan. Pastinya juga di tujuh hari pertama ini kami masih sibuk untuk beradaptasi baik dengan sesama anggota kelompok maupun aktivitas baru selama KKN. Pada masa-masa ini belum terlalu terlihat bagaimana kebiasan-kebiasaan yang dilakukan oleh teman-teman yang lain. Semua masih malu-malu dan sedikit menutup diri karena memang baru kenal. 

Pada minggu kedua, kami sudah mulai menjalankan proker yaitu sosialisasi pemilahan sampah, cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan pengenalan hukum sejak dini di dua Sekolah Dasar (SD) yang ada di Nagari Palaluar. Sehari sebelum pelaksanaan proker ini, kami melakukan persiapan berupa menunjuk MC, menyiapkan rundown acara, dan juga menyiapkan hadiah.

Di saat-saat ini, sambil menyiapkan proker, kami mengobrol dan sesekali melempar candaan. Ada yang memang banyak omong, ada yang memang suka bergurau, ada yang masih berusaha untuk menyusun lawakan, dan masih ada juga yang hanya diam dan sesekali ikut tertawa. Saya sendiri berada di golongan yang pendiam, mungkin jika teman-teman satu kelompok saya membaca ini mereka akan menyangkal dan menyebut saya berbohong, tapi tidak mengapa karena saya tidak peduli.

Masuk ke minggu ketiga, proker yang dilakukan mulai padat. Sosialisasi ke SD masih tersisa dua sekolah lagi dan ada juga sosialisasi ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) tentang literasi media sosial dan hemat energi listrik. Kami juga sudah terbiasa dengan mengikuti jadwal dikantor di wali nagari. Kegiatan tersebut antara lain, piket harian, apel pagi setiap Senin dan Jum’at, sesekali meninjau bank sampah, gotong royong, dan sebagainya.

Untuk mengikuti segala aktivitas yang disebutkan di atas, kami bermobilisasi dengan naik motor. Seru sekali kalau mengingat masa-masa berkonvoy motor berkeliling Nagari Palaluar. Tentu saja tidak lupa dengan menggunakan almamater hijau kebanggaan Unand sebagai ciri khas “anak KKN”.

Kami cukup sering pergi untuk sarapan bersama di warung pinggir jalan bernama “D’simpang”. Sambil makan banyak sekali yang kami ceritakan mulai dari keluarga, sekolah, teman, hingga kekasih hati. Tanpa disadari kami juga semakin hari semakin dekat. Padahal sebelum KKN sempat terbayang liburan semester 6 yang akan bernasib tragis karena bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenal. Tapi akhirnya saya bersyukur dipertemukan oleh teman sekelompok yang asik dan satu frekuensi. 

Lanjut ke minggu keempat, dimana minggu ini adalah persiapan menuju Indonesia ke-77 tahun. Tentunya kami menyiapkan banyak hal untuk lomba-lomba saat 17-an. H-1 kemerdekaan Indonesia, kami menyiapkan segala sesuatunya bersama-sama di kantor wali nagari. Kala itu sangat menyenangkan, kami saling membantu, bernyanyi, dan tertawa bersama. Jujur hari itu memang sangat melelahkan tapi lelahnya terbayarkan melihat hasil dari persiapan kami untuk hari kemerdekaan esoknya.

Tepat pada tanggal 17 Agustus 2022 kami bersama mengikuti upacara bendera. Tidak lupa sebelum pulang kami mengambil foto bersama. Setelah itu kami langsung melakukan eksekusi terhadap persiapan lomba yang telah disiapkan.

Di tengah minggu-minggu yang penuh dengan pelaksanaan proker, kami juga melakukan yang kalau kata anak zaman sekarang “healing”. Kami bersama-sama tentunya dengan mengendarai motor pergi ke Silokek dan Sawahlunto. Tidak lengkap kalau perjalanan kami kali ini cuacanya bagus, jadi Allah SWT melengkapinya dengan hujan. Dengan pengalaman menempuh Padang-Sijunjung hujan badai, hujan kali ini bukan menjadi halangan.

Perjalanan dimulai dengan mengisi asupan untuk perut, lalu dilanjutkan ke Silokek. Setelah puas bermain dan berfoto ria di Silokek, kami beranjak menuju Sawahlunto. Sebelum ke Sawahlunto, kami tidak lupa mengisi asupan perut lagi. 

Singkat cerita, sampailah kami di Sawahlunto. Sesampainya di sana, lagi-lagi kami pergi makan. Untuk siapapun yang membaca ini tolong jangan bilang kami banyak makan, karena ini semua disebabkan oleh cuaca dingin yang mendukung akibat hujan.

Masuk ke minggu kelima, minggu terakhir kami mengabdi di Palaluar. Kami melaksanakan proker besar yaitu “Budidaya Maggot”. Proker ini terbilang sukses karena masyarakat Palaluar sangat tertarik dengan budidaya ini. Di sini kami menjelaskan bahwa maggot merupakan ulat yang berasal dari belatung spesial “belatung bukan sembarang belatung”. Kami juga menerangkan dengan lebih rinci apa itu maggot, bagaimana berkembang biaknya, dan bagaimana cara membudidayakannya. 

Proker ini merupakan proker penutup dari kegiatan KKN kami. Untuk detail dari kegiatan KKN-PPM Nagari Palaluar yang lain, bisa dilihat di akun instagran @diarykknpalaluar. 

Banyak sekali keseruan yang terjadi selama kegiatan KKN-PPM. Keseruan tersebut tidak bisa rasanya untuk digambarkan karena memang harus dirasakan sendiri secara langsung. Banyak sekali cerita, canda, tawa, dan tangis selama mengabdi di Nagari Palaluar. Saya yang dulunya malas sekali berangkat KKN tidak menyangka akan bilang rindu. Masih terbayang dengan jelas bagaimana suka dukanya kala itu. 

Bahkan sehari setelah berakhirnya KKN, jujur saya merasa hampa karena biasanya langsung ada agenda kegiatan yang akan dilakukan bersama teman-teman. Tidak ada lagi antri mandi, antri menyetrika baju, ganti-gantian menyuci dan menyapu, tidak ada lagi piket ke kantor wali, dan mungkin juga tidak akan ada kesempatan bagi kami untuk konvoi motor lagi.

KKN itu seru dan memang sesedih itu rasanya saat kegiatan itu usai. Awalnya saya sedikit malu untuk mengakuinya karena saya pikir hanya saya yang merasakan itu. Ternyata oh ternyata, teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama. Kami pun jadi sering video call ataupun sekedar bertemu saat makan siang di kampus. 

Terkadang kami juga ada sesekali pergi ngumpul di kafe ala anak-anak muda seusia kami. Pengalaman KKN-PPM Unand ini tentunya tidak akan saya lupakan. Saya tidak akan lupa saya juga punya keluarga yang cukup besar berisikan 25 orang yang dulunya asing, kini malah asing karena tidak berkegiatan bersama lagi. 

Terimakasih KKN Nagari Palaluar 2022 “Maggot Maggot Yes”.

Penulis Alfitri Fortuna Fiandra, Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

(***)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

×
Berita Terbaru Update