Sekolah Diregrouping, Murid SDN Gesikan Tak Bisa Ikut UTS
×

Adsense

Adsense Mobile

Sekolah Diregrouping, Murid SDN Gesikan Tak Bisa Ikut UTS

Senin, 05 September 2022 | 22.15 WIB Last Updated 2022-09-05T15:33:38Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Murid SDN Gesikan
Murid SDN Gesikan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (f/m. taufik)

Purworejo, MJNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo berencana menggabungkan atau regrouping SDN Gesikan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dengan sekolah lain. Rencana itu mendapat penolakan oleh puluhan wali murid, Komite sekolah, BPD dan Pemerintah Desa Gesikan.

Titik Lestari, salah satu wali murid menuturkan bahwa dengan diregroupnya Sekolah merasa bingung dan sedih karena anaknya saat ini yang mestinya UTS tidak bisa mengikuti UTS karena gurunya sudah tidak ada, terkesan adanya pembiaran bahkan penelantaran murid.

"Regrouping atau penghapusan sekolah dasar negeri tidak bisa dilakukan sembarangan meski sekolahan itu mengalami kekurangan murid," kata Kepala Desa Gesikan, Suryono saat ditemui wartawan di kantor desa, Senin (5/9/2022).

"Di SD Negeri Gesikan misalnya, penggabungan sekolah dianggap perlu dilakukan karena tahun ini total siswanya kurang dari 100 murid tetapi harus melalui mekanisme sosialisasi yang benar," pintanya.

"Rencana penggabungan ini tidak pernah disosialisasikan dengan Pemdes bahkan ada informasi dalam melakukan sosialisasi terhadap wali murid dilakukan dengan cara diam diam dengan wali murid secara bertahap tanpa sepengetahuan Komite sekolah dan kepala desa," ujar Sukirno selaku ketua Komite sekolah.

"Seingat saya waktu sosialisasi dulu disampaikan kalau SD N Gesikan jumlah siswanya kurang dari 60 akan dilakukan regrouping, dan kami pemerintah desa sudah berupaya agar jumlah siswa lebih dari 60 supaya tidak diregrouping dan saat ini jumlah siswa di SD Gesikan ada 66 orang anak, tetapi kok masih diregrouping?" tambahnya.

Terkait dengan SK penggabungan atau penghapusan SD N Gesikan, Komite sekolah maupun Kepala Desa sampai saat ini tidak pernah menerima salinan atau foto copynya. "Ini ada apa?" ujar Sidik ketua BPD.

"Kami minta agar kepala dinas bisa bertanggung jawab dan memikirkan anak anak kami yang diterlantarkan tanpa ada kejelasan dari guru. Sebab mereka adalah generasi muda yang punya hak mendapatkan pendidikan sesuai amanat Undang-Undang," jelasnya.

Koordinator wilayah bidang Pendidikan dan kebudayaan Kecamatan Kemiri, Waris saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon mengatakan bahwa mulai 31 Agustus 2022, SD N Gesikan digabungkan SD N Paitan atau sekolah mana yang dikehendaki wali murid. "Dewan Guru juga sudah mendapatkan SK Pemindahan dari dinas, sehingga para guru hanya melaksanakan tugas sesuai dengan SK dari dinas," katanya.

Terkait dengan siswa atau murid yang tidak mau pindah dan terkesan ada pembiaran, Waris mengaku secara manusiawi ikut prihatin. "Tetapi kami hanya melaksanakan perintah kepala dinas," katanya.

Camat Kemiri, Nurhuda saat dikonfirmasi melalui telepon berjanji akan menyampaikan apa yang terjadi di Gesikan kepada Bupati dan Kepala Dinas agar apa yang terjadi di Desa Gesikan segera ditemukan solusinya.

(Fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update