Tingkatkan Penyerapan Anggaran, Pemerintah Nias Barat Gelar Pertemuan dengan Seluruh OPD
×

Adsense

Adsense Mobile

Tingkatkan Penyerapan Anggaran, Pemerintah Nias Barat Gelar Pertemuan dengan Seluruh OPD

Jumat, 02 September 2022 | 11.30 WIB Last Updated 2022-09-02T09:15:31Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Pemerintah Nias Barat Gelar Pertemuan dengan Seluruh OPD
Pemerintah Nias Barat Gelar Pertemuan dengan Seluruh OPD. (f/kominfo)

Nias Barat, Mjnews.id - Dalam rangka percepatan dan peningkatan serapan anggaran belanja daerah TA. 2022 pada masing-masing perangkat daerah, Bupati Khenoki Waruwu didampingi Wakil Bupati Nias Barat, Dr. Era Era Hia, M.M., M.Si., menggelar pertemuan dengan seluruh Kepala OPD di ruang rapat Afo Kantor Bappelitbangda Nias Barat, Jumat (02/9/2022).

Pada pertemuan tersebut, Bupati Khenoki Waruwu memberi petunjuk agar Kepala OPD meningkatkan serapan anggaran melalui percepatan pelaksanaan kegiatan dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku.

Tingkatkan serapan anggaran belanja pada masing-masing perangkat daerah melalui percepatan pelaksanaan kegiatan dengan tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”, tegas Bupati Khenoki Waruwu.

Ia juga mengingatkan agar pejabat pengelola keuangan pada masing-masing OPD meningkatkan pengetahuannya dalam memahami peran dan fungsinya masing-masing agar prestasi yang telah diraih pada tahun sebelumnya tidak menurun.

“Tahun lalu kita telah mendapatkan apresiasi berupa penghargaan sebagai terbaik ketiga penyerapan anggaran belanja daerah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan mendapatkan opini WTP atas LKPD Tahun 2021 dari BPK. Prestasi itu jangan menurun akibat rendahnya penyerapan anggaran dan kurangnya kepatuhan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan”, harap Bupati Nias Barat.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Desliman Jaya Zai, S.Pd., M.M., melaporkan bahwa serapan anggaran belanja daerah telah mencapai 42% meningkat dibanding serapan yang dilaporkan sebelumnya yaitu 31,21%.

Rendahnya serapan anggaran pada masing-masing OPD, menurut Desliman, disebabkan oleh perencanaan yang kurang cermat, kurangnya pemahaman pengelola keuangan terhadap tugas, fungsinya, rendahnya pemahaman terhadap alur pelaksanaan dan penatausahaan keuangan, beban tugas pengelolaan keuangan hanya dibebankan kepada satu orang saja dan terlambatnya penyaluran dana transfer DBH-Pusat.

Untuk mempercepat penyerapan anggaran pada masing-masing OPD, Ia menyarankan agar pelaksanaan kegiatan dan pertanggungjawabannya dipercepat, meningkatkan efektivitas  dan efisiensi belanja serta meningkatkan monitoring, evalusi dan pengawasan internal.

Berdasarkan pemantauan di lokasi pelaksanaan, rapat berlangsung cukup interaktif, dihadiri oleh Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD dan pejabat pengelola keuangan pada masing-masing OPD.

(Emuni)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update