Warga Desa Gesikan Khawatir Anaknya Tak Bisa Ikut Ujian Akhir Semester
×

Adsense

Adsense Mobile

Warga Desa Gesikan Khawatir Anaknya Tak Bisa Ikut Ujian Akhir Semester

Sabtu, 17 September 2022 | 12.00 WIB Last Updated 2022-09-17T10:27:11Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Murid SDN Gesikan
Murid SDN Gesikan. (f/ist)

Purworejo, Mjnews.id - Aksi demo orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gesikan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terus berlanjut. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo, Wasit diono bersikeras menolak membatalkan regrouping sekolah tersebut.

Ada 50 murid dari total 66 murid SDN Gesikan tidak bisa belajar di sekolah karena semua gurunya sudah dipindahkan ke sekolah lain.

Salah seorang wali murid yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, aksi demo itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penutupan sekolahnya, yang dinilai tidak sesuai dengan sosialisasi yang pernah dilakukan oleh dinas pendidikan melalui tim regrouping kecamatan maupun kabupaten.

"Tolong pikirkan nasib anak anak kami yang sebentar lagi mau ujian akhir semester.kalau mereka tidak bisa ikut ujian karena sekolahnya di tutup siapa yang akan bertanggung" jawab ujarnya kesal.

"Jika sampai sekolah ditutup, ini sama saja dengan guru menelantarkan anak didik," kata salah seorang warga desa Gesikan saat media mendatangi sekolah 15/9/2022

Ketua Komite SDN Gesikan, Sukirno mengaku sudah menempuh usaha dengan cara mendatangi kantor Dinas pendidikan bersama wali murid dan warga desa Gesikan,tapi tidak ditanggapi oleh kepala dinas pendidikan. Bahkan pernyataan sikap Wasit Diono selaku kepala dinas terkesan kaku dan keras kepala," ujarnya.

Pernyataan tertulis para orang tua murid mengenai alasan penolakan regrouping sudah disampaikan tapi tidak ditanggapi, sehingga orang tua murid yang sudah jengkel meminta bantuan pendampingan kepada LSM Tamperak di Purworejo.

"Dengan timbulnya kasus regrouping yang ada di Purworejo, Bupati diminta untuk segera mengganti Kepala Dinas Pendidikan Wasit Diono dan membatalkan SK regrouping SD Negeri gesikan demi keberlanjutan proses belajar mengajar anak-anak di sekolah," ujar Sumakmun selepas audensi di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo.

"Saya sudah menindaklanjuti keresahan orang tua murid, dengan melayangkan surat resmi kepada Bupati, dan DPRD agar segera turun tangan menyelesaikan masalah ini. Karena masalah ini sangat merugikan para siswa," kata Kepala Desa Gesikan, Suryono.

"Guru-guru sudah ditarik pindah seiring dengan diterbitkannya SK Bupati tentang penghapusan sekolah," tambahnya.

"Anak-anak tiap pagi masuk sekolah dan ingin belajar, tapi kalau tidak ada guru yang datang mau seperti apa masa depan mereka?" pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, para orang tua murid merasa resah dan kwartir dengan nasib anak-anak kelas VI yang akan menghadapi ujian.

Warga berharap permasalahan regrouping SD Negeri Gesikan segera mendapatkan titik temu dan segera bisa dibuka kembali sekolah yang ada di desanya.

(fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan



×
Berita Terbaru Update