14 Pelaku Usaha Indonesia Tandatangani Kontrak Kerja Sama dengan Buyer Malaysia Senilai USD 4,3 Juta
×

Adsense

Adsense Mobile

14 Pelaku Usaha Indonesia Tandatangani Kontrak Kerja Sama dengan Buyer Malaysia Senilai USD 4,3 Juta

Senin, 24 Oktober 2022 | 20.30 WIB Last Updated 2022-10-24T13:53:30Z

Advertisement

Advertisement

Jakarta, Mjnews.id -  Sebanyak 14 pelaku usaha Indonesia yang bergerak di bidang fesyen muslim serta produk halal menandatangani kontrak kerja sama (MoU) dengan buyer Malaysia senilai 
total USD 4,3 juta atau Rp67,3 miliar. 

Kontrak tersebut ditandatangani pada acara penutupan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai 
(BSD), Tangerang, Banten pada Sabtu 22 Oktober 2022 kemarin, disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan 
Zulkifli Hasan.

"Kementerian Perdagangan senantiasa mendorong lebih banyak kerja sama dan transaksi yang dilakukan pelaku usaha fesyen muslim Indonesia dengan para buyer. Ke depannya saya optimis akan 
lebih banyak kontrak kerja sama dengan buyer internasional lainnya,” kata Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangan persnya Minggu 24 Oktober 2022.

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan, penyelenggaraan JMFW selama 3 hari pada 20--22 Oktober 2022 yang diadakan bersamaan dengan gelaran Trade Expo Indonesia ke-37 pada 19--23 Oktober 2022, terbukti telah mampu membantu pelaku usaha mendapatkan buyer dari dalam dan luar negeri.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menambahkan, sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pelaku utama pada industri fesyen muslim dan produk halal lainnya. 

“Saya optimistis Indonesia dapat 
menguasai pasar produk halal dunia dan mewujudkan target sebagai pusat produsen produk halal dunia tahun 2024,” ungkap Didi.

JMFW, lanjut Didi, hadir sebagai salah satu platform pengembangan fesyen muslim Indonesia yang diinisiasi Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 
guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia. 

“JMFW diharapkan dapat menjadi wadah yang merangkul pihak-pihak terkait, tidak hanya unsur kementerian dan lembaga, tetapi juga akademisi, desainer, asosiasi, industri fesyen dan industri penunjangnya (kosmetik, aksesori, dan alas kaki), serta media untuk mewujudkan misi dimaksud,” pungkas Didi.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update