18 Tahun Rumah Bersalin Cuma-Cuma, Berikan Pelayanan bagi Ibu dan Anak Dhuafa
×

Adsense

Adsense Mobile

18 Tahun Rumah Bersalin Cuma-Cuma, Berikan Pelayanan bagi Ibu dan Anak Dhuafa

Jumat, 14 Oktober 2022 | 10.00 WIB Last Updated 2022-10-14T09:24:43Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Rumah Bersalin Cuma-Cuma
Rumah Bersalin Cuma-Cuma berikan pelayanan bagi ibu dan anak dhuafa. (f/sinergi foundation)

BANDUNG, Mjnews.id - Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Indonesia setiap tahunnya mengalami kenaikan. Tercatat pada pertengahan 2021, jumlah penduduk Indonesia berjumlah 266,91 juta tiwa. Kemudian, jumlah tersebut mengalami kenaikan kembali menjadi 275,77 juta jiwa hingga pertengahan 2022. 

Pertambahan jumlah penduduk tersebut lantaran angka kelahiran anak di Indonesia setiap harinya terus meningkat. 

Namun, dengan tingginya angka kelahiran tersebut tetap harus diwaspadai karena masih banyaknya masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan dan menyebabkan kematian terhadap para ibu dan anak, dikarenakan tidak adanya biaya yang cukup untuk dikeluarkan sebagai bekal pada saat menghadapi proses kelahiran sang buah hati.

Alhasil banyak ibu yang kurang mendapatkan fasilitas dalam proses menunjang kelahiran. 

Banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan terutama para kaum ibu yang hidup di kalangan bawah untuk melahirkan sang buah hati yang nantinya akan menjadi sinar harapan bagi keluarganya. 

Berdasarkan hal tersebut, Sinergi Foundation bergerak membantu kaum ibu yang hendak melahirkan namun terkendala oleh biaya. Sinergi Foundation mengembangkan program kesehatan bernama Rumah Bersalin Cuma-Cuma atau dikenal dengan sebutan RBC, sejak 11 Oktober 2004 lalu di Bandung. 

Dasar pemikiran dari berdirinya Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) ini untuk mewujudkan salah satu agenda SDGs yaitu berpartisipasi dalam mengurangi angka kematian ibu dan anak. Dengan ikut berpartisipasi dalam agenda tersebut, diharapkan banyak ibu dan anak yang lahir dengan kondisi selamat dan sehat. Karena RBC berupaya untuk memberikan akses pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat menengah ke bawah khususnya fakir dan miskin.

Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) telah menginjak usianya yang ke-18 tahun, tepatnya pada 11 Oktober 2022. Di usianya yang ke-18 tahun ini, RBC telah memberikan banyak peran untuk membantu masyarakat dhuafa khususnya dalam hal kesehatan ibu dan anak. 

Selama kiprahnya tersebut, RBC telah berkontribusi dalam membantu kesehatan para ibu dan anak. Terhitung dari awal tahun 2022 hingga saat ini, tercatat sebanyak 10.532 layanan kesehatan yang telah disalurkan oleh RBC kepada masyarakat. Layanan tersebut beragam macamnya, hingga dari pemeriksaan kehamilan, imunisasi, KB, Rawat Jalan dan Rawat INAP/KIA (klinik Ibu dan Anak), persalinan, member, pendaftar, dan RBC Sapa Warga.

Layanan yang diberikan oleh RBC kepada para masyarakat tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan apapun. Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Erni Trisnasari selaku Direktur Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Erni menjelaskan bahwa seluruh pelayanan yang diberikan oleh RBC kepada masyarakat diberikan secara gratis, karena semua dana yang menjadi operasional berjalannya RBC dihasilkan dari dana Zakat yang dikelola.

“Seperti namanya ‘Cuma-Cuma’, RBC ini memang didedikasikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan terutama dalam hal pelayanan kesehatan secara gratis tanpa pungutan sepeser pun. Karena memang dana yang digunakan berasal dari Zakat, Infak, Sedekah yang masuk ke RBC, kemudian dikelola sebaik mungkin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan”, tuturnya, Jumat 14 Oktober 2022.

Lebih lanjut, Erni menjelaskan bahwa, bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan efek yang dihasilkan dari pengelolaan dana Zakat, yang kemudian dapat memberikan multi efek bagi masyarakat luas.

Selama 18 tahun berkiprah, RBC berupaya untuk menjadi pionir institusi kesehatan cuma-cuma, di mana tidak hanya memberikan pelayanan secara gratis saja, namun lebih dari itu RBC berusaha dalam pemberdayaan umat dengan menjadi fasilitator bagi masyarakat kalangan bawah dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan derajat masyarakat dalam berkehidupan.

Di usianya yang ke-18 tahun ini, Erni berharap bahwa RBC mampu mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di masyarakat, karena RBC tidak hanya sebagai institusi untuk memberikan pelayanan kesehatan saja. Namun, lebih dari itu RBC harus mampu mengoptimalkan sumber daya manusia untuk memaksimalkan dana Zakat. Sehingga kebermanfaatan RBC dapat dirasakan oleh semua orang.

“Kehadiran saya di RBC bukan karena saya membutuhkan RBC, namun saya membutuhkan RBC untuk dapat berkontribusi memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya berharap di usia RBC yang ke-18 ini dapat selalu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Karena pada akhirnya tujuan dari RBC itu sendiri adalah untuk mensejahterakan masyarakat,” tutur Erni.  

Sebagai bentuk rasa syukur di usianya yang menginjak ke-18 tahun, RBC pun menyelenggarakan acara milad. Rencananya kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 22 Oktober 2022 dan 27 Oktober 2022, dengan tema kegiatan “Gebyar Milad Rumah Bersalin Cuma-Cuma” 

Kegiatan tersebut dibagi menjadi 2 hari, di mana pada tanggal 22 Oktober akan diselenggarakan kegiatan Seminar Kesehatan Nasional secara online, yang akan diisi oleh beberapa pembicara, di antaranya dr. Tito Gunantara, Sp.A (K)., M.Kes, dr. Ifa Siti Fasihah, Sp, OG, dr. Lina M. Sp.Og., M.Kes, dan Dr.dr Dzulfikar DLH, Sp.A (K)., M.Kes., M.M.R.S

Adapun puncak dari acara milad tersebut akan dilaksanakan pada 27 Oktober 2022 bertempat di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) Soreang, Bandung, Jawa Barat dengan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, seperti para member RBC dan masyarakat dhuafa. Rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan tersebut, di antaranya tabligh akbar, aksi kesehatan, pembagian sembako ibu dhuafa dan donor darah.

Dilaksanakannya acara milad tersebut tidak lain sebagai refleksi diri para karyawan yang telah mengabdikan dirinya untuk bekerja di RBC.

“Ketika bertemu dengan bulan oktober, itu merupakan momen untuk refleksi. Kegiatan yang dilakukan berupa milad lebih untuk refleksi diri. Selain itu sebagai rasa syukur sebagai bentuk refleksi para karyawan terhadap pelayanan yang telah dilakukan kepada masyarakat”, tandas Erni.

Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) merupakan institusi pelayanan kesehatan Cuma-Cuma bagi Ibu dan Anak dari kalangan dhuafa. Mengedepankan pengelolaan profesional dan pelayanan maksimal, RBC lahir sebagai salah satu wujud pengembangan kreativitas dan Inovasi Sosial – Pemberdayaan Sinergi Foundation (SF) berbasis Wakaf Produktif dan ZIS (Zakat, Infaq-Sedekah) di ranah kesehatan.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update