BKKBN Sumbar Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting 2022 Tahap II di Pasbar
×

Adsense

Adsense Mobile

BKKBN Sumbar Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting 2022 Tahap II di Pasbar

Kamis, 13 Oktober 2022 | 20.00 WIB Last Updated 2022-10-13T13:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

BKKBN Sumbar Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting 2022 Tahap II di Pasbar
BKKBN Sumbar Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting 2022 Tahap II di Pasbar. (f/kominfo)

Pasbar, Mjnews.id - Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar Diskusi Panel Manajemen Kasus Stunting tahun 2022 tahap II di Kabupaten Pasaman Barat di Hotel Gucchi Pasbar, Kamis (13/10/2022).

Kegiatan diskusi dibuka langsung oleh Kepala DPPKBP3A Pasaman Barat, Anna Rahmadia yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Koordinator Bidang KBKR Rismiati, Direktur RSUD Pasbar drg. Yandri M.Kes, perwakilan OPD terkait, perwakilan Puskesmas, stakeholder terkait lainnya serta narasumber Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Deden Antoni, Dokter Spesialis Anak dr Henni, Ahli Gizi Novi Erni, Ahli Psikologi Fera Ferdial. 

Dikesempatan tersebut Kepala DPPKBP3A Pasbar Anna Rahmadia menyampaikan bahwa kasus stunting merupakan permasalahan serius yang harus ditangani secara tepat dan menyeluruh karena dampak yang ditimbulkan akan sangat merugikan terlebih bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelangsungan pembangunan bangsa dan negara dimasa yang akan datang. 

"Kerugiannya sendiri bukan hanya pada masa depan anak itu sendiri, namun akan berdampak juga pada keluarga," jelas Anna Rahmadia. 

Ia juga menjelaskan, diskusi panel pada kasus stunting ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran, mengetahui penyebab risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran sebagai upaya pencegahan dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa. 

"Diskusi ini menjadi tolak ukur bagi kita semua yang terlibat dalam penanganan kasus stunting yang ada di Pasaman Barat dalam hal pelaksaannya di wilayah masing-masing sesuai dengan  perkembangan yang sudah ada di lapangan," ucap Anna Rahmadia. 

Anna Rahmadia juga menegaskan kepada seluruh  stakeholder terkait untuk bekerjasama secara maksimal dalam penanganan kasus stunting, sehingga angka stunting di Pasbar menurun. 

Diakhir sambutannya ia berharap pendampingan dilaksanakan sesuai wilayah masing-masing kepada keluarga beresiko harus terus direalisasikan sehingga masalah tersebut dapat diatasi dan tidak terlalu berisiko kepada lingkungan sekitarnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat melalui Koordinator Bidang KBKR Rismiati menjelaskan tujuan digelarnya diskusi panel adalah untuk melakukan intervensi penurunan stunting melalui pendampingan keluarga yang memiliki manajemen yang baik, responsive dan efektif, mengidentifikasi permasalahan solusi dan tratment yang tepat pada kasus stunting yang membutuhkan pembahasan lanjutan.

Disamping itu ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan data SSGI Prevalensi balita stunting di Kabupaten Pasaman Barat berada pada prevalensi 24,0 persen untuk itu harus ditekan agar anak stunting semakin kecil di Pasaman Barat. 

"Diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan angka  stunting berperan aktif sesuai dengan tugas yang sudah diemban  sehingga percepatan penangan angka stunting lebih baik kedepannya," harap Rismiati.

(Dedi)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update