Bunda Literasi Kepri Bahas Ini di Talk Show Gerakan Literasi Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra Bintan
×

Adsense

Adsense Mobile

Bunda Literasi Kepri Bahas Ini di Talk Show Gerakan Literasi Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra Bintan

Senin, 31 Oktober 2022 | 00.00 WIB Last Updated 2022-10-30T17:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Talk Show Gerakan Literasi Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra Bintan
Talk Show Gerakan Literasi Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra Kabupaten Bintan tahun 2022. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hj. Dewi Kumalasari Ansar didaulat sebagai Narasumber pada acara Talk Show Gerakan Literasi Gebyar Bulan Bahasa dan Sastra Kabupaten Bintan tahun 2022. Acara ini berlangsung di Aula Nasional Tanjung Uban, Bintan, Minggu (30/10/2022). 

Dewi Ansar pada Talk Show ini membawakan materi berjudul 'Literasi Membuka Cakrawala'. Dalam pemaparannya, Dewi Ansar menyampaikan dasar literasi adalah baca tulis, tetapi kemudian dikembangkan menjadi konsep yang lebih luas.

Demi mengukuhkan kecakapan hidup, Ia menyebutkan, literasi bukan hanya berurusan dengan kemampuan mengenal huruf, angka, atau gambar, bahkan suara, melainkan juga terkait dengan kemampuan untuk menganalisis, mensintesis, menilai, dan mencipta.

“Kemampuan kreatif inilah yang kita semua harapkan bisa dimiliki oleh semua anak kita sebab kreativitas selalu tanpa batas,” ujarnya.

Dewi Ansar juga menjelaskan membaca sangat penting bagi anak-anak. Membaca tidak hanya akan memberikan pengetahuan, tetapi juga dapat membangun karakter.

“Membangun kebiasaan membaca dalam keluarga itu, apalagi di tengah perkembangan media sosial yang begitu cepat saat ini, anak-anak seringkali lebih tertarik menggunakan gawai daripada membaca buku. Namun tidak menutup kemungkinan untuk membangun ekosistem yang kuat di keluarga dan kuncinya ada di diri kita sendiri sebagai orang tua,” tuturnya.

Menurut Dewi Ansar, ada dua hal penting untuk menumbuhkan kemampuan literasi pada anak. Pertama, menyediakan beragam pilihan bacaan di rumah dan membiarkan anak untuk memilih buku bacaan yang disukainya.

“Kita perlu memerdekakan anak-anak kita untuk menentukan pilihan, tapi dengan pengawasan kita. Sebab jika orang tua memaksakan buku-buku apa yang harus dibaca, rasa cinta tidak mungkin akan terbentuk dalam hati anak-anak kita,” jelasnya.

Terakhir, Dewi Ansar mengajak anak-anak untuk membicarakan dan berdiskusi tentang buku yang sedang atau sudah dibaca dapat melatih kemampuan anak dalam mengolah informasi yang diperoleh dan mengutarakan pendapat. Dewi Ansar juga menggarisbawahi bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam pencapaian literasi anak.

"Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama yang menanamkan pengetahuan untuk keberhasilan anak tidak hanya di sekolah tetapi dalam kehidupannya di masa depan," tutupnya.

Pada kegiatan Talk Show ini Selain menghadirkan Dewi Ansar, juga menghadirkan narasumber lainnya yakni Bunda Literasi Kabupaten Bintan Hafizha Ramadhani Putri, Ketua Umum Forum Gerakan Literasi Sekolah Nasional (FGLSN) Achmad Yusuf dan sebagai Moderator Owner Pustaka Qonitera Abdul Qodir.

(ky/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update