Dibanding Bicara Copras-Capres, Puan Maharani Minta Parpol Fokus Bantu Penyelesaian Tragedi Kanjuruhan
×

Adsense

Adsense Mobile

Dibanding Bicara Copras-Capres, Puan Maharani Minta Parpol Fokus Bantu Penyelesaian Tragedi Kanjuruhan

Selasa, 04 Oktober 2022 | 15.00 WIB Last Updated 2022-10-04T08:36:08Z

Advertisement

Advertisement

Puan Maharani
Puan Maharani. (f/pdip)

JAKARTA, Mjnews.id - Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani menegaskan bahwa setiap partai politik atau Parpol mempunyai mekanisme sendiri-sendiri dalam menentukan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024.

Karena itu pula, dirinya tidak mau mencampuri soal mekanisme yang terjadi di parpol lain. Hal itu ditegaskan ketika disinggung wartawan terkait deklarasi pencalonan Anies Baswedan oleh Partai NasDem pada Senin 3 Oktober 2022 kemarin.

"Setiap parpol tentu punya mekanisme sendiri-sendiri untuk bisa menetapkan, memilih calon-calon yang nanti akan masuk dalam kontestasi tahun 2024," terang Puan dalam konferensi pers usai penutupan Masa Persidangan I DPR  RI Tahun Sidang 2022-2023 di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa 4 Oktober 2022. 

Dibandingkan bicara soal dukung mendukung ataupun penentuan calon presiden dan calon wakil presiden oleh parpol, Puan menyatakan jika saat ini banyak kejadian yang membutuhkan perhatian dari semua pihak. 

Cucu Bung Karno itu kemudian mengajak semua elemen bangsa untuk gotong-royong dan bahu-membahu membantu warga yang menjadi korban dalam Tragedi Kanjuruhan. 

Dalam kerusuhan selepas pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu 1 Oktober 2022, diketahui menyebabkan sebanyak 125 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Kejadian memilukan dunia sepakbola nasional itu diduga diawali oleh ribuan supporter yang merusuh karena kecewa tim kesayangannya dikalahkan di rumah sendiri. Mereka diduga ingin mengejar pemain dan manajemen tim.

Oleh pihak kepolisian kemudian diambil tindakan pengamanan dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Diduga karena panik terkena gas air mata, suporter panik dan berusaha keluar dari stadion. Akibatnya, ratusan korban jatuh diduga karena sulit bernapas dan terinjak-injak.

"Saat ini, saya, kita semua, sedang dalam situasi duka terkait dengan banyak sekali korban yang berjatuhan dalam kejadian yang ada di Stadion Kanjuruhan. Lebih baik kita fokus dulu untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut," demikian perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update