Harga Mayoritas Komoditas Ekspor Pertambangan Turun
×

Adsense

Adsense Mobile

Harga Mayoritas Komoditas Ekspor Pertambangan Turun

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 21.00 WIB Last Updated 2022-10-01T14:55:51Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Ilustrasi Pertambangan
Ilustrasi Pertambangan. (f/ist)

Jakarta, Mjnews.id - Hampir seluruh komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga pada periode Oktober 2022 setelah sempat menunjukkan tren kenaikan harga pada periode sebelumnya.

Tren harga ini dipengaruhi permintaan di pasar dunia yang pada akhirnya turut memengaruhi analisis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode Oktober 2022.

Ketentuan HPE periode Oktober 2022 ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1358 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar, tanggal 28 September 2022.

“Mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar mengalami penurunan harga dikarenakan turunnya permintaan atas produk tersebut di pasar dunia. Komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut yakni konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian. Sementara itu, harga pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan sebagaimana biasanya,“ ungkap Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono dalam keterangan persnya pada Sabtu 1 Oktober 2022.

Produk pertambangan yang mengalami penurunan harga rata-rata pada periode Oktober 2022 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata sebesar USD 2.974,01/WE atau turun sebesar 0,17%; konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata sebesar USD 85,04/WE atau turun sebesar 5,70%; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata sebesar USD 43,45/WE atau turun sebesar 5,70%; konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 223,56/WE atau turun sebesar 1,54%; konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar USD 796,49/WE atau turun sebesar 7,06%; konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata sebesar USD 974,23/WE atau turun sebesar 2,17%; konsentrat pasir besi (lamela Lmagnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar USD 50,78/WE atau turun sebesar 5,70%; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 471,13/WE atau turun sebesar 4,68%; konsentrat util (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 1.448,52/WE atau turun sebesar 5,67%; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata sebesar USD 31,37/WE atau turun sebesar 4,69%.

Sementara untuk komoditas produk pertambangan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54%) dengan harga rata-rata USD 117,98/WE tetap tidak mengalami perubahan.

Sebagaimana pada periode sebelumnya, lanjut Veri, penetapan HPE produk pertambangan periode Oktober 2022 ini dilakukan dengan terlebih dahulu meminta masukan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku instansi teknis terkait. 

Masukan dan usulan dari ESDM didasarkan kepada perhitungan berbasis data perkembangan harga yang diperoleh dari beberapa sumber, yaitu Asian Metal, Iron Ore Fine Australian, dan London Metal Exchange (LME). HPE kemudian ditetapkan setelah dilakukannya rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, yakni Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1358 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar periode Oktober 2022 dapat diunduh melalui: http://jdih.kemendag.go.id/peraturan/detail/2622/1.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update