Kendaraan Listrik Gantikan Kendaraan Berbahan Bakar Minyak
×

Adsense

Adsense Mobile

Kendaraan Listrik Gantikan Kendaraan Berbahan Bakar Minyak

Jumat, 21 Oktober 2022 | 05.00 WIB Last Updated 2022-10-21T07:51:22Z

Advertisement

Advertisement

SPKLU di Pool Damri Kemayoran
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Pool Damri Kemayoran, Jakarta Pusat. (f/pln)

Oleh: Rasti Rahmadhani Darvi

Mjnews.id - Pemerintah Indonesia menargetkan dapat menghemat subsidi BBM. Target yang ditetapkan pemerintah mencapai 502 triliun. Penghematan ini dilakukan dengan menggantikan kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap BBM.

Gebrakan penggantian kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik ini juga diterapkan oleh pemerintah sebagai kendaraan dinas. Hal ini tertera di dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Inpres ini ditetapkan dan berlaku sejak tanggal 13 September 2022.

Presiden Jokowi menargetkan pada tahun 2025 akan ada dua juta motor listrik yang diproduksi. Dengan jumlah yang besar ini diharapkan adanya dampak positif di berbagai bidang termasuk ekonomi dan lingkungan.

Dengan kebijakan ini, diharapkan akan ada penurunan emisi 29 persen pada tahun 2030 dan net zero emission pada tahun 2060. Dalam mewujudkan hal ini, ada beberapa hal yang harus ditingkatkan yaitu tempat penggantian baterai yang banyak, kualitas baterai dan mesin.

Target dan harapan pemerintah ini dirasa dapat membuat perkembangan yang baik bagi Indonesia. Dengan hal ini, memungkinkan polusi udara dapat berkurang dan bumi menjadi lebih sehat. Selain itu, hal ini dapat menjadi solusi yang baik untuk masyarakat mengingat harga bbm yang naik dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Peluncuran kendaraan listrik ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat Indonesia dan dapat dipasarkan dengan harga yang terjangkau. Namun, masalah baru mungkin akan muncul bagi masyarakat ketika harga listrik di Indonesia ikut melonjak naik.

Penulis, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas Padang

(***)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update