Ketua TP PKK Kepri Pimpin Rakor TPPS
×

Adsense

Adsense Mobile

Ketua TP PKK Kepri Pimpin Rakor TPPS

Selasa, 11 Oktober 2022 | 22.30 WIB Last Updated 2022-10-11T15:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Dewi Kumalasari pimpin Rapat Koordinasi TPPS
Ketua TP PKK Hj. Dewi Kumalasari pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022. (f/biro adpim)

KEPRI, Mjnews.id - Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Hj. Dewi Kumalasari Ansar Leading Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022. Rakor tersebut berlangsung di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (10/10/2022).

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen aksi bersama antara TP-PKK Kepri, BKKBN Kepri, Bappeda Kepri dan OPD terkait yang tergabung dalam TPPS untuk upaya percepatan penurunan Stunting di Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam pemaparannya, Kepala BKKBN Kepri Rohina menyebutkan percepatan penurunan stunting di Kepri penting karena stunting otak anak yang berdampak pada mempengaruhi kegagalan tumbuh. 

Selain itu stunting juga menghambat perkembangan kognitif dan motorik yang dapat menurunkan produktivitas SDM di Kepri 15 tahun mendatang serta berdampak pada potensi kerugian ekonomi dari produktivitas SDM di Kepri.

"Oleh karena itu penurunan stunting membutuhkan kolaborasi multi-pihak dan sektor dimulai dari penguatan kelembagaan pengelolaan stunting dari tingkat Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa dan lembaga non-pemerintah terkait," tulisnya.

Rohina menambahkan, ketersediaan data yang akurat juga sangat penting untuk perencanaan dan implementasi arah kebijakan penanganan stunting di Kepri. 

Hasil akhir yang diharapkan adalah dapat menurunkan prevalensi stunting dengan tepat sasaran, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan gizi, memperbaiki pola asuh, peningkatan akses dan kualitas pelayanan, serta meningkatkan udara dan sanitasi.

Rohina juga menambahkan beberapa faktor penyebab Stunting di Kepri diantaranya pernikahan dini, pola asuh keluarga balita atau asupan makanan balita tidak tepat, ibu hamil dan remaja putri kurang gizi, jaminan pelayanan kesehatan serta kurangnya akses sanitasi dan air bersih. 

"Saya berharap agar upaya mencegah terjadinya stunting dimulai sejak remaja, calon pengantin, kehamilan, termasuk perbaikan pola makan, pola asuh, perbaikan sanitasi, dan lainnya," harapnya.

Setelah menyajikan presentasi dari Kepala BKKBN Kepri tersebut, Dewi Ansar mengatakan terkait dengan stunting adalah masalah nasional dan perlu dituntaskan bersama. Karena itu melalui koordinasi koordinasi ini, masing-masing OPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tentu memiliki ketergantungan masing-masing. 

“Stunting adalah masalah nasional yang perlu kita selesaikan bersama, oleh karena itu melalui koordinasi koordinasi ini, masing-masing OPD tentunya memiliki ketergantungan masing-masing, dengan koordinasi koordinasi ini kita tetap mengacu pada regulasi sehingga insya Allah masalah stunting di Provinsi Kepri bisa diselesaikan, ” urainya.

Selanjutnya, Dewi Ansar meminta agar semua OPD teknis dilibatkan dalam penanganan stunting di Kepri, paling kurang setiap koordinasi koordinasi itu ada kemajuannya, yaitu kemajuan terkait dengan angka stunting di Provinsi Kepri, dan kendala apapun yang ditemukan di lapangan bisa didiskusikan bersama, sehingga masalah stunting ini dapat segera diselesaikan.

"Saya berharap setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penurunan stunting, dapat memberikan masukan dan membuat aksi pelaksanaan program pada tahun mendatang. Mari kita keroyokan, agar stunting dapat menurun seperti target yang diputuskan oleh Presiden Joko Widodo," tambahnya.

(ky/isb)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update