Kiai Mahfudz Ma'shum Berpulang, Gus Jazil: Beliau Teladan yang Teguh Pendirian
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Kiai Mahfudz Ma'shum Berpulang, Gus Jazil: Beliau Teladan yang Teguh Pendirian

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 18.30 WIB Last Updated 2022-10-15T12:44:46Z

Advertisement

Advertisement

GRESIK, Mjnews.id - Rois Syuriah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma'shum wafat pada Sabtu (15/10/2022) dini hari. Kiai kharismatik yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ihyaul Ulum Dukun Gresik itu wafat pada usia 80 tahun setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik, Jawa Timur.

Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid merasa sangat kehilangan atas wafatnya sang guru tercinta. "Kiai Mahfudz yang menuntun saya dalam ilmu dan kehidupan. Jangan tinggalkan kami, namun Yang Maha Kasih telah memanggilmu. Selamat jalan Kiaiku," ungkap Gus Jazil yang langsung pulang ke Gresik dari Jakarta begitu mendengar kabar berpulangnya Kiai Mahfudz, Sabtu (15/10/2022).

Gus Jazil mengaku memiliki banyak kenangan khusus bersama Kiai Mahfudz. Sebagai santri Ponpes Ihyaul Ulum Dukun Gresik, Gus Jazil dididik langsung oleh Kiai Mahfudz. Bahkan, ketika lulus dari Ponpes Ihyaul Ulum, Gus Jazil kemudian melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta juga atas saran langsung dari Kiai Mahfudz. "Kiai Mahfud selama 6 tahun mengasuh saya di Ponpes Ihyaul Ulum Dukun Gresik dengan ilmu dan akhlaq beliau," ungkapnya.

Di mata Gus Jazil, Kiai Mahfudz merupakan seorang sosok kiai yang memiliki kepribadian sederhana, sabar dan bijaksana. "Beliau juga sangat peduli dengan urusan umat baik dalam urusan dakwah, politik dan sosial, terlebih dalam pendidikan," kata Gus Jazil.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, selain aktif menjadi sesepuh pengurus NU, Kiai Mahfudz juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Gresik. "Beliau Mustasyar DPC PKB Gresik dan pembimbing saya. Secara pribadi, KH Mahfudz adalah teladan bagi saya dalam cara hidup dan menghadapi persoalan masyarakat. Beliau dalam keseharian tidak neko-neko, teguh pendirian dan terbuka," kata Gus Jazil.

Ketua Ikatan Alumni PTIQ Jakarta ini pun memberikan doa terbaik kepada sang guru. "Selamat jalan Kiaiku. Insyaallah perjuangan Panjengan akan kami lanjutkan," tuturnya.

Gus Jazil mengaku sangat beruntung karena mendapatkan didikan secara langsung Kiai Mahfudz. Bahkan, belum lama ini ketika kondisi kesehatannya sudah kurang sehat, Kiai Mahfudz masih menyempatkan hadir pada acara istighosah akbar yang digelar PKB di Surabaya. 

"Saya merasa beruntung sebab terakhir bertemu beliau ketika memimpin doa peresmian Pondok Pesantren Sunanul Muhtadin yang saya dirikan. Beliau hadir bersama Gus Muhaimin, guru politik saya," katanya.

Sebagai bentuk takzim, Gus Jazil pun memberikan penghormatan terakhir kepada Kiai Mahfudz Ma'shum dengan hadir di pemakaman sang kiai. 

Sebagai langkah upaya melanjutkan perjuangan Kiai Mahfudz, selain aktif berjuang di jalur politik, Gus Jazil kini juga mendirikan Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadi di Sidayu, Gresik.

(*/Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update