Kunjungi Desa Long Loreh, Senator Fernando Sinaga Beri Tips Anak Muda Kembangkan Desa Wisata
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Kunjungi Desa Long Loreh, Senator Fernando Sinaga Beri Tips Anak Muda Kembangkan Desa Wisata

Minggu, 16 Oktober 2022 | 21.00 WIB Last Updated 2022-10-17T06:06:37Z

Advertisement

Advertisement

Fernando Sinaga kunjungi Desa Long Loreh
Senator Fernando Sinaga kunjungi Desa Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Kaltara. (f/dpd)

Malinau, Mjnews.id - Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Fernando Sinaga berharap anak-anak muda di Desa Long Loreh, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau berpartisipasi aktif mengembangkan Desa Wisata disini sebagai destinasi bagi wisatawan lokal Kaltara.

Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungannya ke Desa Long Loreh pada Sabtu (15/10/2022) lalu. bertempat di kantor Kecamatan Malinau Selatan, Fernando Sinaga berkesempatan menggelar dialog dengan anak–anak muda dan kalangan milenial Desa Loreh. Dialog dihadiri pula oleh Camat Malinau Selatan, Salauwati dan Sekretaris Camat, Josprianto.

Salah satu tokoh muda yang juga Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Desa Loreh, Apui Jalung kepada Fernando mengatakan dirinya dan segenap anak muda disini sedang berupaya mendorong komunitas anak muda untuk menjadi pelaku usaha muda melalui pengembangan desa wisata dan UMKM desa.

“Pak Fernando begini, kami anak–muda dan milenial di Desa Loreh ini jujur saja masih memiliki pola pikir jadi pegawai karena memang kami berasal dari latarbelakang orang tua sebagai pegawai, buruh dan berladang. Walaupun kesulitan modal, kini kami sedang berusaha menjadi pelaku usaha melalui pengembangan Air Terjun di Sungai Udang sebagai destinasi desa wisata Long Loreh”, kata Apui.

Apui menjelaskan, pengembangan desa wisata di Long Loreh ini memiliki sejumlah tantangan dan kendala. 

Pertama, Apui melanjutkan, soal sulitnya akses menuju Desa Long Loreh yang masih mengandalkan jalan milik perusahaan batubara yang berdebu dan rusak.

“Kedua ini soal belum adanya jaringan internet Pak Fernando, sehingga menyulitkan kami untuk memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan air terjun di Sungai Udang. Disini tidak ada jaringan 4G, padahal sudah ada tower indosat dan telkmsel tetapi semuanya belum maksimal”, keluh Apui.

Apui menambahkan, kendala ketiga yakni terkait pengembangan UMKM Desa berbasis produk unggulan Desa Loreh, yaitu kopi yang terkendala dukungan sarana dan prasarana.

“Desa Loreh punya kopi bagus tetapi kami minim alat–alat pendukung disini termasuk kami berharap ada pelatihan bagi para barista muda yang berbakat di Desa Loreh”, tegasnya.

Mendengar aspirasi itu, Fernando Sinaga memberikan semangat kepada anak–anak muda dan milenial di Desa Loreh.

“Langkah pertama selalu berat, tetapi harus dijalani dan tetap melangkah. Untuk mengembangkan desa wisata dan UMKM desa, sebaiknya siapkan dahulu masterplannya lalu diuji oleh para ahli agar matang dalam perencanaan sehingga mudah ketika pelaksanaannya”, ujar Fernando.

Dalam dialog itu, Fernando Sinaga juga memberikan sejumlah tips untuk mengembangkan desa wisata dan UMKM desa di Desa Long Loreh.

“Akses ke Desa Loreh ini sulit, jadi harus mulai dibangun akses kesini melalui sungai sehingga wisatawan bisa sambil melihat pemandangan Malinau di sekitar sungai. Segera berkoordinasi dengan Pemdes dan Pemkab”, lanjut Fernando.

Selain itu, Fernando Sinaga menjelaskan, Desa Long Loreh sebaiknya menjadikan pengelolaan desa wisata dan produk desa yakni kopi berada didalam BUM Desa.

“Harus ada kebijakan salah satu unit usaha BUM Desa disini adalah mengelola desa wisata dan kopi, sehingga akan dapat penyertaan modal dari dana desa yang bersumber dari APBN. Ajak bicara Pak Kadesnya. Perlu juga diupayakan dapatkan dukungan pendanaan dari dana CSR perusahaan yang ada di Desa Loreh”, ujar Fernando.     

Tips berikutnya, Anggota Badan Sosialisasi MPR RI ini menambahkan, yaitu pegiat desa wisata di Desa Loreh sebaiknya berkoordinasi dan membangun komunikasi yang berkesinambungan dengan desa wisata yang sudah cukup dikenal, yaitu Desa Wisata Pulau Sapi.

“Desa wisata Loreh harus connecting atau terkoneksi dengan Desa Wisata Pulau Sapi, misalnya menjadi satu paket kunjungan, bisa juga mendirikan BUMDesma atau BUMDesa bersama unit usaha pariwisata kolaborasi Desa Loreh dengan Desa Pulau Sapi”, jelasnya.

Fernando Sinaga berharap pengembangan desa wisata dan UMKM desa di Loreh ini dapat menyerap tenaga kerja pemuda desa sehingga bisa mendorong kemandirian ekonomi desa.

“Tren desa wisata yang banyak dikunjungi oleh turis saat ini adalah kembali ke alam. Desa Loreh punya alam, sungai dan air terjun yang bagus dan masih bisa dikembangkan. Ini yang harus dimanfaatkan oleh anak muda disini. Saya ajak pemuda desa bekerja keras dan menjadi pembuat sejarah untuk Desa Loreh”, sambung Fernando.

(dpd/eds)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update