Misteri Obat Sirup yang Diduga Menyebabkan Gagal Ginjal
×

Adsense

Adsense Mobile

Misteri Obat Sirup yang Diduga Menyebabkan Gagal Ginjal

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 05.00 WIB Last Updated 2022-10-22T04:57:17Z

Advertisement

Advertisement

obat sirup
Obat sirup. (f/ist)

Oleh: Yoga Saputra

Mjnews.id - Pada 2 bulan belakangan ini, banyak masyarakat Indonesia terutama khalangan anak-anak yang berumur 6 bulan hingga 18 tahun mengalami penyakit gagal ginjal. Hingga 21 Oktober 2022, Menteri kesehatan mengkonfirmasi sudah 241 anak Indonesia idap gagal ginjal misterius, 133 korban meninggal dunia.

Tentu saja hal tersebut membuat para orang tua khawatir terhadap hal tersebut akan terjadi kepada anak-anak mereka. Namun Kemenkes meinta untuk orang tua untuk tetap tenang dan selalu waspada dan selalu mengawasi anak-anak mereka.

“Orang tua harus lebih berhati-hati, pantau terus kesehatan anak-anak kita, jika anak mengalami keluhan yang mengarah konsultasi ke tenaga kesehatan jangan ditunda atau mencari pengobatan sendiri,” ujar Pit. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr. Yanti Herman, MH. Kes.

Kasus gagal ginjal ini disebabkan oleh mengkonsumsi beberapa jenis obat cair atau yang biasa kita kenal dengan sirup. Hal ini terjadi karena adanya campuran cemaran EG dan DEG diatas batas aman pada beberapa jenis sirup. Eg dan DEG adalah satu cemaran yang biasa ditemukan pada bahan baku pembuatan sirup.

BPOM mengatakan bahwa temuan lima produk yang tercemar etilen glikol dan itu belum dapat menyimpulkan bahwa penggunaan lima sirup tersebut memiliki hubungan dengan kejadian gagal ginjal akut.

Menurut BPOM selain penggunaan obat, masih terdapat beberapa faktor peningkatan risiko penyebab kejadian gagal ginjal ini yaitu seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndromr in children (MISC) atau sindrom peradangan multisystem dampak dari kasus COVID-19 kemarin.

Untuk menimalisir terjadinya gagal ginjal ini, ada beberapa pemerintah kota yang mengambil tidakan. Seperti Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi akan menyiapkan surat edaran tentang penjualan obat sirup demam anak. Begitu juga dengan pemerintahan Kabupaten Gorontalo.

Namun di lain sisi, keputusan seperti itu memiliki dampak lain, seperti anak-anak penderita penyakit kronis yang harus minum obat secara rutin dalam bentuk sirup akan kesulitan untuk mendapatkannya.

Penulis, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas Padang

(***)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update