Perlindungan Hak-hak Kaum Perempuan dan Anak Sangat Penting
×

Adsense

Adsense Mobile

Perlindungan Hak-hak Kaum Perempuan dan Anak Sangat Penting

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 02.00 WIB Last Updated 2022-10-07T19:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pasaman Barat
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Pasaman Barat, di Aula Kantor DPPKBP3A Pasbar, Jumat (7/10/2022). (f/kominfo)

Pasbar, Mjnews.id - Kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Perlindungan hak-hak kaum perempuan menjadi sangat penting, karena kaum perempuan seringkali mengalami ragam bentuk diskriminasi. 

Hal itu disampaikan oleh Ketua P2TP2A Titi Hamsuardi saat membuka acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Pasaman Barat, di Aula Kantor DPPKBP3A Pasbar, Jumat (7/10/2022). 

Titi Hamsuardi mengatakan, jika Pemda Pasbar sudah mempunyai Perda tentang perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan, dan telah mensosialisasikan melalui program Nagari Ramah Perempuan Peduli Anak. Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan kasus kekerasan ke P2TP2A Pasbar yang merupakan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Pasaman Barat.

Ia juga menjelaskan beberapa bentuk kekerasan bagi perempuan, diantaranya kekerasan fisik, psikis, dan penelantaran. Sedangkan kekerasan pada anak, kekerasan seksual, serta pornografi. 

"Salah satu perlakuan diskriminasi terhadap perempuan adalah kekerasan berbasis gender yang dialami oleh perempuan berupa kekerasan seksual, kekerasan fisik, perdagangan orang, eksploitasi seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan lainnya," ungkap Titi Hamsuardi. 

Sebagai kelompok rentan lanjutnya, sudah sewajarnya perempuan mendapat perlakukan khusus dan perlindungan dari kekerasan yang berbasis gender guna terwujudnya kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki. 

Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Anna Rahmadia menambahkan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan dan anak baik secara fisik, psikis atau lainnya akan mengakibatkan trauma yang berujung kepada penderitaan atau kesengsaraan perempuan dan anak. 

"Tindak kekerasan pada rumah tangga biasanya dipicu oleh malasah ekonomi, cemburu pada pasangan, pengaruh minuman keras dan sejenisnya serta kehilangan pekerjaan," ungkap Anna Rahmadia. 

Kepala DPPKBP3A juga menegaskan untuk mencegah kekerasan yang terjadi dapat didukung dari pendidikan dalam keluarga, masyarakat dan berbagai institusi terlibat secara tidak langsung atas kekerasan terhadap perempuan di lingkungan masing-masing, dan memberikan penyuluhan kepada perempuan tetang penjagaan keselamatan diri dan melaporkan tindakan kekerasan kepada pihak berwenang apabila mengalaminya.

(dedi)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update