PKB Minta Kemenag Segera Salurkan 5.000 Beasiswa MORA yang Macet
×

Adsense

Adsense Mobile

PKB Minta Kemenag Segera Salurkan 5.000 Beasiswa MORA yang Macet

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 16.00 WIB Last Updated 2022-10-29T12:38:27Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

KH Maman Imanulhaq
Anggota Komisi VIII Fraksi PKB DPR RI, KH Maman Imanulhaq. (f/ist)

JAKARTA, Mjnews.id - Nasib para penerima beasiswa MORA 5.000 Doktor-Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Australia tidak jelas. Hal ini lantaran Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pemberi beasiswa tiba-tiba menghentikan penyaluran komponen biaya tanpa kejelasan.

Untuk menutup kebutuhan hidup selama di negeri tetangga itu, para penerima beasiswa (awardee) terpaksa bekerja paruh waktu. Bahkan, ada kandidat doktor dari School of Social Sciences, Western Sydney University yang harus rela bekerja 7 jam per hari sebagai petugas kebersihan di sebuah sekolah.

Anggota Komisi VIII Fraksi PKB DPR RI, KH Maman Imanulhaq meminta Kemenag segera menyalurkan kembali hak-hak para mahasiswa penerima beasiswa MORA 5.000 Doktor tersebut. Jangan sampai persoalan ini mengganggu kegiatan belajar maupun riset para mahasiswa di sana.

”Kita semua sepakat bahwa pembangunan manusia Indonesia adalah cara tepat untuk memajukan bangsa kita. Mereka para penerima beasiswa adalah anak-anak terbaik yang nantinya menyumbangkan ilmu pengetahuannya untuk Indonesia. Jangan biarkan mereka terhambat atau terganggu kuliahnya dengan persoalan birokrasi di Indonesia,” ujar Kiai Maman di Jakarta, Sabtu (29/10/2022).

Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini pun berharap Kemenag cepat menyelesaikan persoalan birokrasi atau pengelolaan beasiswa. Apalagi penghentian transfer berbagai komponen biaya dari pemerintah kepada para penerima beasiswa MORA 5.000 Doktor tersebut sudah berlangsung 9 bulan.

”Saya mendengar informasi bahwa pangkal soal keterlambatan penyaluran beasiswa karena adanya perubahan manajemen pengelola beasiswa. Nah, ini yang berulang kali saya katakan dan juga kritik dari Presiden Jokowi bahwa birokrasi kita lelet, gemuk, dan amat prosedural. Kritik ini tidak hanya terhadap pengelolaan beasiswa, namun juga terjadi di berbagai kementerian. Jangan sampai justru persoalan ini mengorbankan pelayanan terhadap masyarakat kita,” imbuh Kiai Maman.

Seperti diketahui, sebanyak 85 mahasiswa S3 di Australia penerima beasiswa 5.000 Doktor dari Kemenag-LPDP belum menerima haknya. Kemenag sebagai pemberi beasiswa belum menstransfer komponen-komponen beasiswa seperti tunjangan hidup bulanan, uang SPP (tuitition fee), biaya riset, biaya keikutsertaan konferensi, serta biaya tunjangan keluarga, dan tunjangan pembelian buku.

Selain itu juga Kemenag belum mentransfer komponen beasiswa lainnya seperti bantuan biaya untuk melakukan riset, biaya keikutsertaan konferensi, tunjangan keluarga dan tunjangan pembelian buku.

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update