Rakor Pengadilan Negeri Purworejo terkait Eksekusi Rumah dan Tanah Senilai Rp 4 M Ditolak Termohon
×

Adsense

Adsense Mobile

Rakor Pengadilan Negeri Purworejo terkait Eksekusi Rumah dan Tanah Senilai Rp 4 M Ditolak Termohon

Selasa, 04 Oktober 2022 | 11.00 WIB Last Updated 2022-10-04T04:45:38Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Pengadilan Negeri Purworejo Rakor eksekusi rumah dan tanah
Pengadilan Negeri Purworejo Rakor eksekusi rumah dan tanah senilai Rp 4 M. (f/m. taufik)

Purworejo, MJNews.id - Untuk memenuhi rasa keadilan dan kepastian hukum bagi para pihak yang memenangkan perkara setelah melalui proses yang panjang, maka diwujudkan dalam pelaksanaan eksekusi agar kemenangan tersebut bisa dirasakan. Agar pelaksanaan eksekusi berjalan dengan lancar maka Ketua Pengadilan Negeri Purworejo memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan eksekusi terhadap putusan perkara Nomor 3/Pdt/Eksekusi 2021/PRN/PWR.

Berkaitan hal tersebut seorang wiraswasta asal Kutarjo Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah selaku termohon, mendatangi Pengadilan Negeri Kabupaten Purworejo guna menolak eksekusi aset tanah dan rumah senilai 4 milyar, Senin (3/10/2022).

Anna Ratih Karyadi menyampaikan kepada awak media di Pengadilan Negeri Kabupaten Purworejo bahwa hari ini jadwal musyawarah pelaksanaan eksekusi aset miliknya, makanya saya datang ke sini untuk menyampaikan penolakan rencana eksekusi tersebut.

"Saya datang ke sini minta keadilan, dan saya menolak eksekusi terhadap aset-aset saya. Saya ketemu Pak Tanto dan Bu Rini, sudah saya sampaikan kronologi. Aset saya itu seharga Rp 4 miliar, tapi cuma dijual Rp 2 miliar," ujar Anna.

"Tetapi saya tidak diperbolehkan masuk ke dalam musyawarah tersebut. Katanya sudah ada yang mewakili dari pengadilan, dan akan disampaikan apa yang menjadi keluhan saya," ucap Anna.

Diceritakan Anna bahwa dirinya benar-benar merasa dizalimi, terkait persoalan yang terjadi dan sebenarnya dulu dirinya sering ingin membayar hutang-hutangnya tetapi dari pihak bank selalu menolak dan mengabaikan. Tahun 2018 sudah ada deal untuk menebus dan sudah dibawakan uang tetapi ditolak juga. Saya masih punya bukti Whatsapp percakapan antara pengacara saya dengan pihak sana.

"Terkait dengan eksekusi ini, saya tetap menolak, karena anehnya saya belum pernah melihat dokumen-dokumen eksekusi, bahkan tanda tangan saja saya belum pernah," jelasnya.

Anna Ratih Karyadi
Termohon, Anna Ratih Karyadi. (f/m. taufik)

Sementara itu, Santonius Tambunan, SH. MH dari Pengadilan Negeri Kabupaten Purworejo menyampaikan kepada awak media bahwa hari ini (Senin 03 Oktober 2022, Red) ada rapat Koordinasi pelaksanaan eksekusi terhadap putusan pengadilan yang sudah inkrah.

Pihak Pengadilan Negeri sudah pernah melakukan pemanggilan terhadap termohon eksekusi pada tanggal 4 November 2021, akan tetapi panggilan tersebut tidak diindahkan termohon sehingga dilakukan pemanggilan ke dua pada tanggal 17 November 2021.

"Hari ini kita melakukan rapat koordinasi pelaksanaan eksekusi yang akan dilakukan pada tanggal 5 Oktober 2022 atas bidang tanah dan bangunan termohon," jelasnya.

(fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update