Ribuan Masyarakat Kalsel Saksikan Parade Kebudayaan Pawai Ta'aruf MTQ Nasional XXIX
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Ribuan Masyarakat Kalsel Saksikan Parade Kebudayaan Pawai Ta'aruf MTQ Nasional XXIX

Selasa, 11 Oktober 2022 | 16.00 WIB Last Updated 2022-10-11T09:04:48Z

Advertisement

Advertisement

Parade Kebudayaan Pawai Ta'aruf MTQ Nasional XXIX
Ribuan Masyarakat Kalsel Saksikan Parade Kebudayaan Pawai Ta'aruf MTQ Nasional XXIX. (f/kemenag)

Banjar, Mjnews.id - Ribuan masyarakat Kalimantan Selatan berdiri di sepanjang jalan A. Yani, Martapura, Kabupaten Banjar. Anak-anak usia sekolah, remaja, dan masyarakat mengikuti Pawai Ta'aruf dalam rangkaian MTQ Nasional XXIX Tahun 2022 di Bumi Lambung Mangkurat. 

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor secara resmi melepas Pawai Ta'aruf yang diikuti perwakilan 34 provinsi, kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan (Kalsel), Kementerian/Lembaga, dan komunitas lintas agama. Pelepasan ditandai dengan pemukulan bedug dan pengibaran bendera di Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS), Martapura, Selasa (11/10/2022).

"Hari ini kita merasakan bersama suasana persaudaraan dan saling kenal meski di tengah perbedaan. Kita menyaksikan pertunjukan dari berbagai provinsi dan lembaga yang melambangkan kebaikan, silaturahmi, dan kekompakan untuk menghidupkan syiar Islam," ungkap pria yang akrab disapa Paman Birin ini.

Pelaksanaan Pawai Ta'aruf, imbuh Paman Birin, menjadi salah satu penanda kesiapan Kalsel menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXIX. Menurutnya, kegiatan yang menampilkan budaya masing-masing provinsi ini juga melambangkan hablu min an-naas (Hubungan antara sesama manusia).

"Saya mengajak masyarakat Kalsel untuk berbondong-bondong memakmurkan MTQ Nasional tahun 2022 ini. Tidak hanya di venue lomba, tetapi di semua tempat di Kalsel," sambungnya.

Paman Birin menegaskan, Pawai Ta'aruf juga menjadi sarana memperkenalkan budaya dan kesenian Islam. Menurutnya, keberagaman budaya dan seni Islam merupakan pengingat pesan kebaikan dan fitrah kemanusiaan.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi menambahkan, Pawai Ta'aruf merupakan sebuah perayaan keberagaman. "Kekayaan perbedaan menyatu di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini kita sebut dengan unity in diversity (Persatuan dalam keberagaman), kita sebagai bangsa tetap bisa hidup rukun meski terlahir dan hidup di tengah perbedaan," pungkas Zayadi.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update