Terseret Arus Sungai di Gunung Medan, Seorang Murid SD Ditemukan Meninggal

Seorang murid SD terseret arus sungai di Gunung Medan
Seorang murid SD terseret arus sungai di Gunung Medan. (f/eko)

DHARMASRAYA, Mjnews.id – Seorang bocah berstatus pelajar terseret arus sungai di Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, pada Kamis (13/10/2022) sore. Murid SD tersebut ditemukan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Dharmasraya, Ardianus Efendi yang dihubungi oleh awak media.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Betul sekali. Ada seorang anak laki-laki bernama Aira, umur 10 tahun, terseret arus sungai berada di Nagari Gunung Medan. Kami mendapat informasi dari masyarakat,” ujar Ardianus.

“Kami saat ini berada di Nagari Koto Tuo sedang melakukan pencarian korban lainnya, salah seorang warga Jorong Koto Tuo yang hanyut di sungai Batang Hari yang belum diketemukan. Dengan ada informasi tersebut sebagian anggota BPBD Kabupaten Dharmasraya menuju ke lokasi Tempat anak laki-laki murid SD, yang terseret arus sungai di Nagari Gunung Medan,” kata Ardianus.

Baca Juga  Lima Hari Hanyut Terseret Arus Sungai Bogowonto, Jasad Darusman Berhasil Ditemukan

Menurut informasi dan kronologis dari anggota kami, mengatakan, korban tersebut bersama teman-temannya sedang bermain dan mandi-mandi di sungai. Karena saat itu air sungai cukup deras dan diduga korban tidak bisa berenang, kemudian korban tenggelam. Melihat kondisi tersebut, teman korban meminta tolong kepada masyarakat yang berada di dekat aliran sungai tersebut.

Baca Juga  Pohon Albasia Timpa Rumah Warga Padureso Kebumen

Tidak berapa lama, masyarakat melakukan pencarian dan penyelaman untuk mencari korban, korban dapat diketemukan dan dibawa ke IGD Puskesmas Gunung Medan untuk mendapat pertolongan.

“Tetapi malang, korban tidak bisa ditolong karena korban sudah meninggal dunia. Saat ini korban telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarganya,” ucap Ardianus Efendi.

(eko)