Tetapkan Anies Baswedan Sebagai Capres 2024, BRIN: Ini Langkah Strategis Partai Nasdem
×

Adsense

Adsense Mobile

Tetapkan Anies Baswedan Sebagai Capres 2024, BRIN: Ini Langkah Strategis Partai Nasdem

Senin, 03 Oktober 2022 | 15.30 WIB Last Updated 2022-10-03T08:55:45Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Partai Nasdem tetapkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024
Partai Nasdem tetapkan Anies Baswedan sebagai Capres 2024. (f/tangkapan layar)

JAKARTA, Mjnews.id - Peneliti Pusat Riset Politik BRIN, Aisah Putri Budiatri alias Puput mengungkapkan, langkah Partai NasDem menetapkan Anies Baswedan sebagai bakal Capres atau alon presiden untuk Pilpres 2024 adalah langkah strategis. 

Penetapan Anies Baswedan sebagai Bacapres dilakukan tanpa proses konvensi yang terbuka dan ditengah kegalauan Parpol soal koalisi dan Capres-Cawapres yang diusung.

"NasDem melihat calon potensial untuk menang di 2024 dan calon yang bisa menarik dukungan partai," kata Aisyah kepada wartawan pada Senin 3 Oktober 2022.

Saat ini, kata Puput, belum ada koalisi Parpol yang solid. Partai-partai politik masih gundah gulana untuk berkoalisi dan menentukan bakal Capres. 

"NasDem melihat ada ruang-partai politik yang masih bisa dipegang solid sebagai koalisinya. Dalam hal ini, PKS yang punya kedekatan dengan Anies. Demokrat sebagai single fighter juga bisa jadi teman koalisi" terangnya.

Selain PKS, Demokrat, menurut Puput, PAN juga sangat mungkin untuk bergabung ke NasDem. 

"Ruang mengenai Cawapres kan belum jelas. Jadi, ruang Cawapres ini yang menjadi magnet bagi partai politik," ujarnya.

Dengan kata lain, langkah NasDem menetapkan Anies sebagai Capres, menurut Puput, bisa dibilang sebagai langkah strategis menjadi magnet tebentuk koalisi. Yakni koalisi yang mengusung Anies sebagai Capres 2024.

Menurut Puput, langkah strategis NasDem juga bisa mempengaruhi kontelasi internal KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) yang berisi PAN, PPP, Golkar. KIB memang sudah lebih dulu declaire koalisi tapi dinilai masih bisa berubah karena belum jelas Capres-Cawapresnya.

"Jangan-jangan apa yang dilakukan NasDem ini strategis dan menentukan peta pencalonan di 2024 nanti," kata Puput.

Selain potensialnya PAN merapat ke NasDem untuk mengusung Anies, relasi politik antara langkah strategis NasDem dengan eksistensi KIB juga akan bisa dilihat dari gonjang-ganjing internal PPP yang belum lama ini berganti key player dari Suharso Monoarfa ke Mardiono.

Masih menurut Puput, jika langkah Surya Paloh menetapkan Anies sebagai Bacapres NasDem berhasil menarik dukungan Parpol dan membentuk koalisi pengusung Anies, lalu menang dalam ajang Pilpres 2024, maka Surya Paloh telah menunjukkan kelasnya bukan hanya sebagai Key Maker di NasDem tapi juga King Maker bagi politik Pilpres 2024.

"Bisa jadi (Paloh sebagai King Maker, red)," ujarnya.

Tapi, menurut Puput, kesuksesan langkah strategis NasDem saat ini juga sangat bergantung pada konsistensi dan suistanability image positif Anies Baswedan sebagai figur bakal calon presiden yang terus menjadi magnet bagi publik.

"Jadi, tergantung pada seberapa kuat Anies mempertahankan image dia. Dan tergantung juga kolasi poros bagi Capres-Cawapres yang lain," kata Puput.

Bagaimanapun, langkah menetapkan Anies Baswedan sebagai Bacapres adalah langkah yang strategis. Lalu siapa pembisik Surya Paloh dalam mengambil langkah strategis ini? Ini juga patut menjadi pembelajaran politik publik.

"Elit NasDem lah yang tahu. Menurut saya, dalam lobi-lobi politik itu decission maker-nya pasti Ketum tapi kan untuk memikirkan strategi politik Ketum gak mungkin berpikir sendiri. Tapi siapa di balik siapa, politisi sendiri lah yang tahu," kata Puput.

(*/eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update