Tragedi Kanjuruhan Malang, Pegiat Media Sosial: Akankah Kapolri Stres?

Pegiat Media Sosial, Darmansyah
Pegiat Media Sosial, Darmansyah. (f/eki baehaki)

Jakarta, Mjnews.id РIntegritas institusi Polri kembali diuji dengan kasus tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter. Sebelumnya, berkas perkara pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo dinyatakan P21 atau lengkap.

Kasus bentrokan yang menewaskan ratusan suporter itu disebut-sebut yang menjadi penyebab utama para suporter meninggal dunia karena faktor tembakan gas air mata dari petugas kepolisian. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penggunaan gas air mata melanggar aturan FIFA, tembakan tersebut membuat suporter sesak napas sehingga menyebabkan meninggal dunia. 

Saya menilai tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter itu tentu akan kembali berdampak kepada kepercayaan publik terhadap institusi Polri. 

Baca Juga  Puan Maharani Sapa Warga Bantaran Rel Kereta Api di Surabaya

Apalagi, Korps Bhayangkara itu baru saja selesai melewati badai besar, yaitu kasus pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap Brigadir J.

“Di Malang matikan seratus lebih suporter diduga akibat tembakan gas air mata. Pasti tambah stres itu Kapolri Listyo Sigit Prabowo,” kata Darmansyah dalam keterangannya pada Senin 3 Oktober 2022.

Darmansyah juga menyebut, meski hasil investigasi Polri dan institusi lainnya belum keluar.

Namun pria yang akrab disapa Gus Dar ini menduga tragedi berdarah di Kanjuruhan itu pasti berdampak pada kepercayaan publik kepada Polri. 

Baca Juga  Polres Kebumen Bentuk Tim SAR Arnavat untuk Penanganan Bencana

“Sambo matikan satu ajudan saja berdampak apalagi itu seratus lebih suporter,” tandasnya.

(Eki)