Tragedi Kanjuruhan Malang, Pegiat Media Sosial: Akankah Kapolri Stres?
×

Adsense

Adsense Mobile

Tragedi Kanjuruhan Malang, Pegiat Media Sosial: Akankah Kapolri Stres?

Selasa, 04 Oktober 2022 | 15.32 WIB Last Updated 2022-10-04T12:47:51Z

Advertisement

Advertisement

Darmansyah
Pegiat Media Sosial, Darmansyah. (f/eki baehaki)

Jakarta, Mjnews.id - Baru saja berkas perkara pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo dinyatakan P21 atau lengkap, kini integritas institusi Polri kembali diuji dengan kasus tragedi berdarah di stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter. 

Kasus bentrokan yang menewaskan ratusan suporter itu disebut-sebut yang menjadi penyebab utama para suporter meninggal dunia karena faktor tembakan gas air mata dari petugas kepolisian. 

Selain penggunaan gas air mata melanggar aturan FIFA, tembakan tersebut membuat suporter sesak napas sehingga menyebabkan meninggal dunia. 

Saya menilai tragedi berdarah di stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter itu tentu akan kembali berdampak kepada kepercayaan publik terhadap institusi Polri. 

Apalagi, Korps Bhayangkara itu baru saja selesai melewati badai besar, yaitu kasus pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap Brigadir J.

"Di Malang matikan seratus lebih suporter diduga akibat tembakan gas air mata. Pasti tambah stres itu Kapolri Listyo Sigit Prabowo," kata Darmansyah dalam keterangannya pada Senin 3 Oktober 2022.

Darmansyah juga menyebut, meski hasil investigasi Polri dan institusi lainnya belum keluar.

Namun pria yang akrab disapa Gus Dar ini menduga tragedi berdarah di Kanjuruhan itu pasti berdampak pada kepercayaan publik kepada Polri. 

"Sambo matikan satu ajudan saja berdampak apalagi itu seratus lebih suporter," tandasnya.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update