Angka Inflasi Rendah, Kemendagri Apresiasi Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Bulukumba
×

Adsense

Adsense Mobile

Angka Inflasi Rendah, Kemendagri Apresiasi Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Bulukumba

Senin, 21 November 2022 | 18.00 WIB Last Updated 2022-11-21T11:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Muhammad Tito Karnavian
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian. (f/kemendagri)

Jakarta, Mjnews.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba karena angka inflasi yang rendah. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan prestasi tersebut pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Daerah melalui video conference di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (21/11/2022). 

“Minggu lalu yang terendah adalah Maluku Utara, Provinsi Maluku Utara, dan minggu ini disalip oleh DKI dengan angka 4,47 persen. Terima kasih dan ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ini untuk tingkat kabupaten/kota yang terbaik, (inflasi) terendah adalah Kabupaten Bulukumba,” katanya.

Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono membenarkan data yang diungkap oleh Mendagri bahwa angka inflasi DKI Jakarta (year-on-year) sebesar 4,47 persen. Beberapa upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam menekan angka inflasi di antaranya dengan memaksimalkan peran Satgas Pangan, pemberian bantuan pangan terhadap warga yang kurang mampu secara ekonomi sebesar Rp1,1 triliun, hingga kerja sama dengan kota-kota di sekitar Jakarta.

"Harapan kami pada kesempatan pagi hari ini yang baik, berkenan mungkin kota-kota di bawah Provinsi DKI Jakarta untuk dinilai (menjadi) satu kesatuan di provinsi. Tingkat kota itu tidak memiliki dana operasional yang terkait dengan penanggulangan inflasi, semua adalah di tingkat provinsi, karena otonomnya di provinsi," ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf memaparkan pula beberapa hal yang mendukung pengendalian inflasi di daerahnya. Di antaranya, Bulukumba memiliki lahan pertanian yang subur dan dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Sektor pertanian benar-benar didorong untuk dikembangkan agar memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Selain itu, Bulukumba juga didukung oleh sektor perairan dengan berbagai inovasi yang dilakukan nelayan.

“(Pertanian) harus kita jadikan solusi untuk bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

(Puspen Kemendagri)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update