Bantu Korban, PKB Segera Buat Posko Darurat Bencana Gempa Cianjur
×

Adsense

Adsense Mobile

Bantu Korban, PKB Segera Buat Posko Darurat Bencana Gempa Cianjur

Senin, 21 November 2022 | 20.30 WIB Last Updated 2022-11-21T13:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Gempa Cianjur
Gempa Cianjur. (f/liputan6)

Jakarta, Mjnews.id - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membantu para korban bencana gempa di Cianjur. Dimana, hingga saat ini korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 5,6 sebanyak 46 orang dan 700-an orang terluka.

Juru Bicara PKB, Nada Fuady menyampaikan, sebagai warga Indonesia harus bersatu untuk membantu saudara- saudara yang telah terkena musibah.

“Makanya saya sebagai jubir PKB ingin mengajak semua pihak terutama anak-anak muda untuk bergabung semua untuk memberikan bantuan,” kata Nada, kepada wartawan, Jakarta, Senin (21/11/2022).

PKB, kata Nada, akan segera membuat posko darurat bencana gempa Cianjur. Hal itu sebagai upaya untuk memberikan bantuan kepada para korban gempa.

“Kami dari partai PKB juga akan segera membuat posko darurat bencana gempa Cianjur agar dapat membatu sebanyak-banyaknya warga,” tutur Nada.

Dalam kesempatan itu, Nada berharap, pemerintah segera menyalurkan bantuan kepada para korban. Selain bantuan berupa sembako, juga tenaga medis yang benar-benar memadai.

“Saya juga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dalam segi konseling kepada korban-korban terutama untuk anak-anak kecil dan juga memberikan tenaga medis yang adequate,” harap Nada.

Tak lupa, Nada menyampaikan atas nama PKB menyampaikan turut berduka cita atas semua keluarga korban bencana gempa yang telah melanda Cianjur dan wilayah sekitarnya. 

“Kami berharap agar keluarga korban dapat diberikan kesabaran pada saat kritis seperti ini,” tutur Nada.

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia imbas gempa bumi magnitudo (M) 5,6 di Cianjur sebanyak 46 orang dan 700-an orang terluka.

"Sekarang sudah ada 46 orang yang meninggal dunia dan sudah ada di RSUD Kabupaten Cianjur, dan kurang lebih 700-an orang luka-luka," kata Kepala BNPB Suharyanto saat konferensi pers via Zoom bersama BMKG, Senin (21/11).

Suharyanto mengatakan banyaknya korban meninggal dunia lantaran kondisi rumah-rumah di Cianjur yang tidak tahan gempa. Selain itu, gempa terjadi di siang hari.

"Kita bayangkan saja ini siang hari kejadian, dan warga tinggal di rumah-rumah tidak tahan gempa, begitu ada gempa ya langsung ambruk," ucapnya.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update