Berkebun Lengkeng, Purnawirawan TNI Ini Raup Keuntungan Ratusan Juta Tiap Tahun
×

Adsense

Adsense Mobile

Berkebun Lengkeng, Purnawirawan TNI Ini Raup Keuntungan Ratusan Juta Tiap Tahun

Kamis, 10 November 2022 | 21.08 WIB Last Updated 2022-11-10T14:08:34Z

Advertisement

Advertisement

Boedoyo di kebun lengkengnya
Boedoyo di kebun lengkengnya di Desa Kliwonan, Kecamatan Banyurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (f/ist)

Purworejo, MJNews.id - Masa purna tugas atau pensiun pada umumnya dimanfaatkan banyak orang untuk beristirahat atau mencari kegiatan baru yang bermanfaat. Kegiatan baru yang bermanfaat tentu akan menambah semangat para pensiunan dalam mengisi kegiatan hariannya setelah tidak lagi bertugas, guna mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Seperti halnya pensiunan Pamen TNI berpangkat Letkol TNI AD (Purn) Boedoyo (79), menjadi salah satu contoh seorang yang sukses memanfaatkan masa purna tugasnya dengan kegiatan baru di bidang holtikultura dan tanaman buah. Selain kecintaannya dengan keluarga, Ia diketahui fokus mengelola kebun lengkeng, pembibitan buah serta pohon tahun yang digelutinya sejak lima tahun terakhir ini. Berbagai jenis bibit buah lengkeng ada di rumahnya.

Boedoyo saat ditemui media di kediamannya Desa Kliwonan, Kecamatan Banyurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (10/11/2022) menjelaskan bahwa apa yang dia lakukan saat ini selain untuk mencari tambahan penghasilan juga sebagai bentuk pemanfaatan lahan yang kurang produktif menjadi lahan yang produktif.

Di sekitar Bandung, beliau menanam pohon jati yang ada di daerah Tasikmalaya, Cianjur dan lainnya, sudah ribuan pohon jati yang ditanam sejak beliau awal pensiun di tahun 1997. Bahkan penghargaan dari institusi TNI didapat karena kepedulian dan kegigihan dalam bidang kehutanan.

Pohon lengkeng (kelengkeng/mata kucing) yang ditanam di belakang rumahnya sekitar tiga tahun yang lalu, kini sudah bisa panen dan menghasilkan rupiah yang menurutnya tidak sedikit.

Harga buah lengkeng cukup stabil dan buah lengkeng banyak disukai oleh semua orang, bahkan sekarang pasarnya sudah sampai ke luar, dari sekitar 200 pohon lengkeng yang ditanamnya rata rata bisa menghasilkan buah 40 sampai 50 kg per pohon sekali panen dan bisa panen 3 kali dalam setahun. "Tinggal dihitung kalau dikalikan Rp 40.000 ketemu ratusan juta rupiah," terangnya.

"Banyak di sekitar kita tanah yang tidak produktif, dan hanya ditumbuhi rumput serta belukar tanpa dimanfaatkan oleh pemiliknya. Oleh karena itu, saya mengajak kepada semua untuk bisa memanfaatkan lahan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan tanaman buah, maupun sayuran," katanya.

Selain berkebun, Boedoyo juga melakukan aktivitas stek dan cangkok berbagai macam jenis tanaman buah juga melayani pesanan segala macam bibit pohon dan buah.

Cipto dari Kutoarjo sengaja datang ke kediaman bapak Boedoyo untuk belajar dan melihat langsung kebun lengkeng miliknya. "Ini patut kita contoh apa yang dilakukan pak Boedoyo dalam mengisi masa pensiun dengan kegiatan yang positif serta bisa menghasilkan," katanya.

"Saya salut dan hormat kepada beliau di usia yang hampir 80 tahun tetapi tetap semangat dan terlihat energik mengurus kebun lengkeng yang dikelolanya, bahkan tidak saja di Desa Kliwonan saja tapi juga ada di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Bayan," tambahnya.

"Saya kenal betul dengan beliau orangnya sangat sangat welcome terhadap siapa saja dan sangat care terhadap kelestarian lingkungan," pungkasnya.

(fix)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update