Bertemu Ketua DPR Korsel, Puan Sampaikan Duka Atas Tragedi Itaewon

Puan Maharani bertemu Ketua DPR Korsel
Puan Maharani bertemu Ketua DPR Korsel. (F/DPR)

SEOUL, Mjnews.id – Ketua DPR RI, Puan Maharani bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Korea Selatan (Korsel), Kim Jin-pyo dalam muhibahnya di negeri ginseng itu. Kim baru saja dilantik sebagai Ketua DPR Korsel pada bulan Oktober lalu.

Pertemuan bilateral antara Puan dan Kim Jin-pyo digelar di National Assembly of the Republic of Korea (Gedung Kantor DPR Korsel) yang berada di Seoul, Rabu (9/11/2022). Saat tiba di lokasi, Puan disambut Kim Jin-pyo yang diiringi pasukan kerajaan dengan kostum tradisional.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan ini, Puan didampingi delegasi anggota DPR RI. Adapun beberapa anggota DPR yang ikut dalam pertemuan di antaranya adalah Wakil Ketua Komisi I Utut Adianto, Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto, Wakil Ketua Komisi X Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka, serta Anggota Komisi III Johan Budi S. Pribowo dan Dede Indra Permana.

Baca Juga  Prabowo Beri Dukungan untuk Tim Pencak Silat Indonesia di SEA Games 2021

Mengawali pertemuannya, Puan mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Parlemen Korsel. Ia dan Kim sebelumnya sempat bertemu di sela-sela Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-145 di Rwanda beberapa waktu lalu.

Annyeonghaseyo, selamat pagi. Saya merasa terhormat dan senang dapat bertemu dengan bapak Speaker Kim Jin-pyo,” ungkap Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu lalu menyampaikan dukacitanya atas tragedi Itaewon yang menewaskan sedikitnya 156 orang saat acara perayaan Halloween. Puan kemudian menyinggung Indonesia juga sempat mengalami peristiwa serupa saat pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang.

“Saya ingin mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang terjadi Itaewon pada tanggal 29 Oktober 2022 lalu. Tragedi serupa juga terjadi di Indonesia, di stadion Kanjuruhan, awal bulan Oktober lalu,” tuturnya.

“Hal ini menunjukkan perlunya kita semua memperkuat manajemen pengendalian massa paska pandemi. Dan diperlukan langkah preventif untuk mencegah over-capacity suatu tempat. Ini diperlukan untuk mengendalikan euphoria publik untuk berkumpul saat ini,” lanjut Puan.

Baca Juga  Tarif Naik Candi Borobudur Diharapkan Masih Bisa Terjangkau

Puan berharap pertemuan bilateral antara DPR RI dan Parlemen Korsel dapat menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kerja sama kedua negara. Apalagi, Indonesia dan Korea Selatan telah menjalin persahabatan dan hubungan diplomatik hampir 50 tahun lamanya.

Menurut Puan, hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan memasuki babak baru sejak November 2017 melalui Joint Vision Statement for Co-Prosperity and Peace. Dalam perjanjian tersebut, kedua pemimpin negara sepakat untuk meningkatkan status kemitraan menjadi special strategic partnership.