Bupati Tanah Datar Jajaki Kerja Sama dengan Dua Investor Pertanian
×

Adsense

Adsense Mobile

Lazada

Bupati Tanah Datar Jajaki Kerja Sama dengan Dua Investor Pertanian

Jumat, 11 November 2022 | 12.00 WIB Last Updated 2022-11-11T09:13:37Z

Advertisement

Advertisement

Eka Putra berdialog dengan Dua Investor Pertanian
Bupati Tanah Datar, Eka Putra berdialog dengan Dua Investor Pertanian. (f/prokopim)

Tanah Datar, Mjnews.id - Sektor pertanian merupakan sektor unggulan dan sangat strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah Tanah Datar, seperti melahirkan Program Unggulan (Progul) untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan juga meringankan beban petani.

Hal itu dikatakan Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM ketika bertemu dengan Investor di bidang pertanian khusus tanaman tembakau, Komisaris Utama PT. Berlin Jaya Sukses Surabaya Isral, SE dan Leaf Representative, J Cortez Bergium, Ir. Sapto Utomo pada Kamis (10/11/2022) malam di Gedung Indo Jolito Batusangkar.

Bupati Eka Putra mengatakan sub sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terutama petani di Kabupaten Tanah Datar. Hal itu terlihat dari besarnya persentase kontribusi sektor pertanian pada Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yaitu sebesar 29,81 persen.

“Kabupaten Tanah Datar secara agroklimatologi sangat cocok untuk pengembangan komoditi pertanian seperti kakao, kopi, tebu, cengkeh, karet, kulit manis (casiavera), pala, sereh wangi dan begitu juga dengan tembakau,“ ujar Bupati Eka Putra.

Untuk tanaman tembakau pengembangannya cukup memadai, sampai saat ini untuk luas tanaman tembakau di Tanah Datar mencapai 105,11 hektar yang tersebar di empat kecamatan (5 nagari) yaitu Nagari Tanjuang Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara, Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Tarab, Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung dan Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru.

“Di Tanah Datar pemasaran tembakau ini dalam bentuk daun segar dan berbentuk tembakau rajangan (tembakau hitam). Setiap tahunnya dialokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) tahun 2022 ini sebesar Rp183.176.885,- (20% alokasi DBH-CHT) untuk peningkatan kualitas bahan tembakau namun masih ada permasalahan yang dihadapi petani sehingga petani tembakau di Tanah Datar masih belum sejahtera,” ujarnya.

Permasalahan dan kendala yang dihadapi petani di Tanah Datar disampaikan Bupati Eka Putra seperti budi daya yang belum sesuai dengan GAP, populasi tanaman per ha masih rendah (ditumpang sari dengan tanaman lain), dan dijual hanya kepada satu pedagang saja.

Dari pertemuan dengan investor tersebut Bupati Eka Putra berharap akan ada perubahan bagi petani, peningkatan kesejahteraan petani terkhusus petani tembakau dengan harga yang layak dan sesuai pasar.

Eka Putra juga katakan jika Pemkab Tanah Datar menyambut baik dan terbuka bagi para investor yang ingin berinvestasi di Tanah Datar.

Sementara itu, Ir. Sapto Utomo Leaf Representative, J Cortez Bergium dari Surabaya katakan sangat tertarik dengan tembakau dari wilayah Sumatera termasuk dari Tanah Datar karena kualitas rasa yang enak dan tembakau jenis yang dikembangkan di wilayah Sumatera tersebut dicoba di tanam di pulau jawa bahkan di luar negeri rasanya tidak dapat atau tidak sama jika ditanam di Sumatera.

Sapto ceritakan sudah dua hari Ia bersama tim berkeliling di Tanah Datar melakukan survey tembakau mengatakan jika kualitas tembakau di Tanah Datar baik, daun lebar namun masih belum bisa untuk pabrikan hanya bisa dijual rajang halus, dikonsumsi dengan lintingan sendiri dan untuk harga pasaran sudah cukup bagus namun bisa ditingkatkan lagi.

Dari hasil survey yang dilakukan Sapto untuk satu hektar lahan hanya bisa menanam 10 ribu batang saja dengan hasil panen baru 400 kg – 500 kg itu relatif kecil jika dibandingkan dengan di Jember untuk satu hektar itu bisa mencapai 1,5-2 ton dengan jumlah batang per ha 16 ribu untuk jenis tembakau yang sama.

“Saya berkeliling meninjau lapangan pak Bupati saya amati daunnya bagus, lebar, sehat tetapi tipis tidak berisi, mungkin ini masih cara tradisional sehingga menanamnya di bawah-bawah pohon, sehingga tidak mendapat sinar matahari yang cukup,” ucapnya.

Sapto minta dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertanian untuk dapat memberikan pelatihan budi daya tembakau pada petani sehingga hasilnya akan lebih baik dan berkualitas ekspor, sehinga Ia selaku investor akan menampung hasil tembakau petani Tanah Datar dan akan mengajak buyers lain untuk menampung tembakau-tembakau dari petani.

(prokopim)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update