Diakui Dunia, Gus Muhaimin: Indonesia Makin Konkret Tangani Perubahan Iklim
×

Adsense

Adsense Mobile

Diakui Dunia, Gus Muhaimin: Indonesia Makin Konkret Tangani Perubahan Iklim

Rabu, 09 November 2022 | 10.00 WIB Last Updated 2022-11-09T07:22:10Z

Advertisement

Advertisement

Gus Muhaimin
Gus Muhaimin. (f/pkb)

JAKARTA, Mjnews.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi prestasi Indonesia yang mendapat pengakuan aksi iklim dari Bank Dunia. Ia menilai pengakuan itu menjadi bukti Indonesia semakin konkret melangkah maju dalam penanganan perubahan iklim.

"Saya tentu mengapresiasi, bahagia dan berbangga Indonesia menjadi negara Asia Pasifik pertama yang menerima pengakuan aksi iklim. Ini artinya Indonesia makin konkret dalam penanganan perubahan iklim," kata Gus Muhaimin, Rabu (9/11/2022).

Sebelum mendapat pengakuan dari Bank Dunia yang berwujud pembayaran dari program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) senilai total USD110 juta, Indonesia juga mendapatkan pengakuan serupa dari Norwegia.

"Prestasi ini tentu terdapat peran masyarakat, termasuk masyarakat adat dalam menjaga lahan dan hutan secara berkelanjutan," tutur Gus Muhaimin.

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini menyatakan, perubahan iklim merupakan ancaman global yang dampaknya akan dirasakan seluruh dunia tanpa terkecuali. Terlebih muncul bukti sains dan kualitatif yang tidak bisa dibantah bahwa bumi semakin panas, cuaca ekstrem, permukaan air laut naik dan banjir dalam skala yang ekstrem.

“Semuanya akibat dari perubahan iklim. Perubahan iklim adalah ancaman katastropik (mematikan) bagi keberlanjutan dan kemakmuran semua negara dan semua penduduk dunia,” katanya.

Sebab itu, ia berkomitmen bersama PKB untuk terus mengampanyekan politik hijau, yakni politik yang berkomitmen untuk pemerataan ekonomi dan sekaligus berjuang menyelamatkan lingkungan hidup, mengatasi perubahan iklim, dan memastikan keadilan antar generasi.

Ia pun menegasikan dua solusi mengatasi perubahan iklim. Pertama, perubahan kebijakan, dan kedua adalah perubahan perilaku. Dua solusi ini disebutnya harus dilaksanakan berbarengan. Perubahan di sisi negara menurut Gus Muhaimin tidak cukup tanpa diimbangi perubahan perilaku masyarakat.

“Jadi perubahannya itu dari sisi supply dan sisi demand sekaligus. Dengan cara ini, pada tahun 2030, kita akan menambah sumber energi kita yang bersumber dari matahari, angin dan sumber-sumber energi renewable lainnya," tukas Gus Muhaimin.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update