Disdikbud Pasbar Selenggarakan Lokakarya 1 Angkatan 7 Calon Guru Penggerak

Lokakarya 1 Angkatan 7 Calon Guru Penggerak Pasaman Barat
Bupati Hamsuardi hadiri Lokakarya 1 Angkatan 7 Calon Guru Penggerak Pasaman Barat. (f/kominfo)

Pasbar, Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat (Pasbar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melaksanakan lokakarya 1 angkatan 7 calon guru penggerak Pasaman Barat, Sabtu (26/11/2022) di SMP Negeri 2 Sungai Aur.
Lokakarya diikuti oleh 50 orang calon Guru Penggerak dan dibimbing oleh 10 orang pengajar praktek serta dihadiri oleh perwakilan Balai Guru Penggerak Sumatera Barat, Elmiza, S.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan  Agusli, Kabid SD dan Kabid SMP bersama tim guru penggerak kabupaten, turut hadir dan memberi semangat kepada peserta calon guru penggerak dan pengajar praktek.  
Bupati Hamsuardi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan program unggulan dari Pemerintah Daerah Pasaman Barat. Dalam kesempatan itu, bupati mengajak seluruh stakeholder terkait untuk dapat mensukseskan dan memberikan yang terbaik untuk kualitas pendidikan di Pasaman Barat.
“Kita harus bersama-sama menyukseskannya, dan tetap semangat dalam memberikan yang terbaik untuk memperbaiki kualitas pendidikan Pasaman Barat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman Barat, Agusli menjelaskan bahwa lokakarya guru penggerak dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang program guru penggerak, alur belajar guru penggerak, dan dukungan yang perlu diberikan oleh kepala sekolah, pengawas sekolah dan Dinas Pendidikan selama program berlangsung, yakni selama enam bulan. 
Agusli meminta agar guru-guru Pasaman Barat mengikuti program sekolah penggerak, program guru penggerak dan program merdeka belajar lainnya yang diprogramkan oleh Kemdikbud, agar sukses di Pasaman Barat. 
“Kita optimis dengan suksesnya program merdeka belajar di Pasaman Barat, hal ini akan berimbas baik dan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan di Pasaman Barat,” kata Agusli.
(Dedi)