Dukung Pengendalian Inflasi, BSKDN Tanam 500 Tanaman Cepat Panen di Lingkungan Kantor
×

Adsense

Adsense Mobile

Dukung Pengendalian Inflasi, BSKDN Tanam 500 Tanaman Cepat Panen di Lingkungan Kantor

Sabtu, 19 November 2022 | 00.00 WIB Last Updated 2022-11-18T17:00:00Z

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Jakarta, Mjnews.id - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendukung langkah pemerintah kendalikan inflasi dengan menanam 500 tanaman cepat panen di lingkungan kantor BSKDN. Penanaman tersebut dilakukan saat agenda ramah-tamah usai senam rutin hari Jumat, 18 November di halaman gedung baru BSKDN. 

Dalam arahannya, Yusharto mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan BSKDN agar berperan aktif mengatasi inflasi yang ditandai dengan naiknya kebutuhan pokok. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menanam tanaman cepat panen, satu di antaranya tanaman cabai. 

"Lewat kesempatan kali ini, kita sudah siapkan  bibit yang sudah siap tanam dan sebagian lagi yang baru mau disemai," ungkap Yusharto. 

Yusharto menambahkan, halaman kosong di lingkungan BSKDN sepatutnya difungsikan sebagai lahan tanam yang membawa banyak manfaat dan menambah asri suasana kantor. Dengan demikian, lingkungan kantor lebih nyaman layaknya rumah. Hal ini penting, apalagi waktu yang dihabiskan di kantor lebih banyaknya ketimbang rumah. 

"Kita semua banyak menghabiskan waktu di kantor ketimbang di rumah, untuk menambah kenyamanan saat bekerja kita perlu menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman salah satunya dengan gerakan menanam tanaman pangan tadi," tutur Yusharto. 

Selanjutnya, Yusharto berharap awal tahun 2023 semua pegawai di lingkungan BSKDN dapat mulai memanen apa yang ditanam secara bergantian. Sehingga gerakan tiada hari tanpa panen yang dicanangkan tersebut segera dapat tercapai. 

"Tiada hari tanpa panen, setidak-tidaknya mulai Januari atau Februari tahun 2023 kita akan giliran (memanen). Umpamanya pusat satu akan memanen bagian tanaman mana, pusat lainnya menyusul, dan seterusnya," pungkas Yusharto.

(Eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update