Gebyar 1000 Kader PPKBJ dan Sub PPKBJ se Kabupaten Tanah Datar Penuh Sesak
×

Adsense

Adsense Mobile

Gebyar 1000 Kader PPKBJ dan Sub PPKBJ se Kabupaten Tanah Datar Penuh Sesak

Kamis, 10 November 2022 | 01.30 WIB Last Updated 2022-11-09T18:30:00Z

Advertisement

Advertisement

Gebyar 1000 Kader PPKBJ dan Sub PPKBJ se Kabupaten Tanah Datar Penuh Sesak
Gebyar 1000 Kader PPKBJ dan Sub PPKBJ se Kabupaten Tanah Datar. (f/prokopim)

Tanah Datar, Mjnews.id - Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM sampaikan ucapan terima kasih dan beri apresiasi pada 1000 kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Jorong (PPKBJ) dan Sub PPKBJ yang hadir memenuhi Gedung Suri Maharajo Dirajo Batusangkar pada acara Gebyar 1000 Kader PPKBJ/Sub PPKBJ se Kabupaten Tanah Datar, Rabu (09/11/2022). 

Dikatakan Bupati Eka Putra, Ibu-Ibu Kader PPKBJ dan Sub PPKBJ merupakan Ibu-Ibu tangguh, itu tidak gampang, kader adalah relawan yang bekerja sukarela membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar, supaya program Keluarga Berencana (KB) bisa berjalan sukses. 

Bupati Eka Putra juga mengharapkan, kader harus membantu keluarga di samping mengajak masyarakat di sekitar wilayah kerja kader untuk mengikuti program KB. Kader harus bekerja ikhlas, semangat dan betul-betul rela meninggalkan keluarga demi tugas, rela menentang terik matahari, menentang hujan demi untuk menjalankan tugas-tugas yang diarahkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. 

“Kita memandang penting perencanaan hidup sehat dan sejahtera sebagai bagian integral dari pembangunan manusia seutuhnya. Program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana yang disingkat dengan Bangga Kencana telah menjadi faktor penentu dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas seiring dengan terwujudnya karakter bangsa yang produktif dan mandiri,” ucapnya. 

Diakui Bupati Eka, jika Program Bangga Kencana ditingkat nagari dan jorong tidak mungkin dilaksanakan oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) semata, dan itu perlu sekali peran serta PPKBJ dan Sub PPKBJ ikut berpartisipasi membina kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). 

“Peran kader PPKBJ dan Sub PPKBJ sangat strategis dalam pengembangan program keluarga berencana ditingkat jorong, maka institusi ini berfungsi sebagai mitra pemerintah terdepan dalam menyukseskan program pembangunan,” ucap Bupati Eka Putra sembari memberikan kuis pada kader dengan beberapa pertanyaan. 

Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra Program Bangga Kencana oleh PKB dibantu Kader PPKBJ dan Sub PPKBJ yang berjumlah 1000 orang kader yang tersebar di setiap jorong di 75 nagari dan 14 kecamatan sangat membantu tersebarnya informasi, penyuluhan, pencatatan dan pelaporan program bangga kencana keluarga sejahtera di tengah-tengah masyarakat. 

“Kader PPKBJ dan Sub PPKBJ bersinergi dengan TP PKK dan petugas kesehatan dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera, terkhusus dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tanah Datar,“ ucapnya. 

Dikatakan Ny. Lise Eka Putra, peran keluarga sangat menentukan dalam pencegahan stunting, dari itu TP PKK dan kader KB sebagai mitra strategis pemerintah diharapkan mampu bersinergi melalui kegiatan positif untuk mencegah stunting di Tanah Datar. 

“Ada beberapa hal yang bisa dikerjasamakan antara TP PKK dan Kader KB, seperti gerakan yang menghimpun dan menyatukan kaum perempuan atau Ibu Rumah Tangga yang mau ikut aktif bekerja ketas, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas,” ujarnya. 

Sementara itu, Drs. Mardayendi perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan apresiasi pada Bupati Tanah Datar yang telah serius dalam penanganan KB di Tanah Datar dan Ketua TP PKK yang telah menginstruksikan kader disemua tingkatan untuk bersinergi dengan petugas KB dalam penanganan KB dan upaya penurunan stunting. 

“KB itu tidak akan jalan tanpa adanya kader, terima kasih kader, kami dari provinsi tetap akan memperhatikan kader dari itu mari bekerja serius dan ikhlas,” ucapnya. 

Menurut Mardayendi stunting disebabkan oleh multi dimensi, dan intervensi itu terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan, jadi di saat ibu hamil itu sudah mulai diberikan pengetahuan sehingga di saat bayi lahir nanti tidak stunting.

(prokopim)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update