IGA 2022 Masuki Babak Penilaian Presentasi Kepala Daerah Terinovatif
×

Adsense

Adsense Mobile

IGA 2022 Masuki Babak Penilaian Presentasi Kepala Daerah Terinovatif

Senin, 21 November 2022 | 21.30 WIB Last Updated 2022-11-21T14:32:52Z

Advertisement

Advertisement

Yusharto Huntoyungo
Kepala BSKDN Kemendagri, Yusharto Huntoyungo. (f/kemendagri)

Jakarta, Mjnews.id - Pelaksanaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2022 telah memasuki babak penilaian presentasi kepala daerah terinovatif. Tahapan tersebut dilaksanakan secara daring dan luring dari Ruang Sidang Utama (RSU) Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Senin, 21 November 2022.

Tahapan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro. 

Dalam laporannya, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo mengungkapkan, penilaian inovasi daerah dan pemberian IGA memiliki 4 tahapan. Hal itu meliputi tahap penjaringan, tahap pengukuran, tahap presentasi kepala daerah, dan tahap peninjauan lapangan. 

"Kita telah memasuki tahap presentasi kepala daerah, di mana kepala daerah nominator hasil pengukuran inovasi daerah memaparkan penerapan inovasi unggulan yang diterapkan dalam kurun waktu 2 tahun meliputi inovasi digital dan non-digital dihadapan para penilai," ungkap Yusharto. 

Guna menghasilkan penilaian yang obyektif sesuai dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, BSKDN melibatkan Tim Penilai yang terdiri dari berbagai kementerian/lembaga hingga media massa. Mereka di antaranya Kemendagri, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Pendayagunaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Kemitraan Partnership, serta CNN Indonesia dan Kompas TV sebagai unsur media yang mewakili. 

Yusharto menambahkan, aspek penilian inovasi daerah tersebut meliputi inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik, inovasi daerah lainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. 

"Adapun aspek yang secara umum dinilai dalam tahapan tersebut adalah tetap mengacu pada koridor dalam kriteria inovasi daerah meliputi aspek pembaharuan, pemanfaatan, urusan kewengan daerah dan kolaborasi, aspek replikasi serta penguasaan materi inovasi daerah," tutur Yusharto. 

Sebagai informasi tambahan, tahapan presentasi ini diikuti oleh 40 pemerintah daerah (pemda) yang terbagi dalam beberapa klaster. Pertama, klaster provinsi sebanyak 7 Pemda, yaitu Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. 

Klaster kabupaten sebanyak 12 Pemda, yaitu Banyuwangi, Bogor, Wonogiri, Tabalong, Situbondo, Temanggung, Sragen, Tanggamus, Pamekasan, Padang Pariaman, Indragiri Hilir, dan Hulu Sungai Selatan. Pada nominator kota sebanyak 12 Pemda, yakni Mojokerto, Pekanbaru, Bekasi, Mataram, Bengkulu, Cimahi, Surabaya, Jambi, Padang Panjang, Semarang, Serang, dan Sukabumi. 

Sedangkan klaster daerah perbatasan sebanyak 5 Pemda, yaitu Kabupaten Sanggau, Kabupaten Bintan, Kabupaten Sambas, Kota Batam, dan Kabupaten Karimun. Untuk klaster daerah tertinggal sebanyak 4 Pemda, yakni Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Lombok Utara, serta Kabupaten Sorong.

(eki)

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Iklan Kiri Kanan

Adsense

×
Berita Terbaru Update