Kasus Penganiayaan Hingga Meninggal di Kecamatan Buayan Dilatarbelakangi Cinta Segitiga

Tersangka inisial AN digiring polisi
Tersangka inisial AN (46) digiring polisi. (f/humas)

Kebumen, MJNews.id – Tersangka inisial AN (46) warga Desa Weton Kulon, Kecamatan Puring, yang sebelumnya diduga telah melakukan penganiayaan kepada Sarijan (42) warga Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, hingga meninggal dunia pada Jumat 4 November 2022, mulai menemui titik terang. 

Saat dilakukan pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polres Kebumen, tersangka mengaku sakit hati karena asmara, wanita selingkuhannya juga dekat dengan korban. Karena hal itu, pertemanan keduanya pun menjadi renggang.

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan suatu hari korban pernah mendatangi rumah tersangka marah-marah karena hal itu.

“Kurang lebih, sebulan sebelum kejadian penganiayaan, korban sempat datang ke rumah tersangka marah-marah, karena persoalan itu (cinta segitiga),” jelas Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha, Senin 7 November 2022.

Baca Juga  Diduga Gegara Istri Selingkuh, Suami Tikam Korban Hingga Meninggal Dunia

Tersangka yang sakit hati lalu menaruh dendam dengan korban. Puncaknya, sekitar pukul 09.30 WIB, hari Jumat 04 November 2022, tersangka menghampiri korban yang sedang membongkar muatan ubi cilembu di Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, dan berniat membuat perhitungan dengan korban. 

Tersangka datang dan mengambil batang besi di dekat lokasi lalu menggertak korban karena kejadian beberapa waktu lalu.

Saat mulai terjadi cek-cok, salah seorang warga yang melihat berhasil melerai dan berujung tersangka pergi selanjutnya korban melanjutkan pekerjaannya. 

Namun saat korban sendirian di lokasi, tersangka kembali datang dengan membawa sebilah pisau dan melakukan penganiayaan kepada korban yang juga teman sesama sopir.

Baca Juga  Pemdes Seborokrapyak Pelopori Program Bantuan Beasiswa Anak Berprestasi dan Kurang Mampu

“Korban mengalami luka sobek pada beberapa bagian tubuhnya. Saat dibawa ke rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan karena kehilangan banyak darah,” pungkasnya.  

Kini tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 353 ayat 3 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang Pembunuhan berencana atau Penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.

“Tersangka masih kita periksa. Penyidik juga masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi serta bukti-bukti di lapangan. Sampai saat ini pemeriksaan belum selesai,” jelas Aiptu Catur. 

(Dana)