Kemendagri Bekali Para Analis Kepegawaian dan Arsiparis Kompetensi Susun Karya Tulis Ilmiah

Pembekalan Para Analis Kepegawaian dan Arsiparis Kompetensi Menyusun Karya Tulis Ilmiah
Kemendagri Bekali Para Analis Kepegawaian dan Arsiparis Kompetensi Menyusun Karya Tulis Ilmiah. (f/kemendagri)

Jakarta, Mjnews.id – Untuk meningkatkan kompetensi menyusun karya tulis ilmiah bagi pemangku jabatan fungsional Analis Kepegawaian dan Arsiparis, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Hotel Harper, Jakarta, Selasa (1/11/2022). 

Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono mengatakan, penyelenggaraan bimtek itu sebagai bentuk dukungan atas amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya, berdasarkan PP tersebut, PNS berhak memperoleh pengembangan kompetensi paling sedikit 20 jam pelajaran dalam setahun. 

ADVERTISEMENT

1672718317 zd2LclJzIi3V8sEfHHWPFagJbbGo8jsG

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan, upaya pembinaan terhadap pemangku jabatan fungsional, termasuk yang berasal dari hasil penyetaraan jabatan administrasi ke dalam jabatan fungsional, menjadi sangat penting untuk dilakukan. Hal ini sekaligus untuk mendorong pengembangan karir mereka sebagai PNS sesuai dengan persyaratan masing-masing jabatan fungsional. 

Baca Juga  Sukses Selenggarakan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, Kemendagri Terima Rekor Dunia MURI

Adapun kemampuan menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) menjadi salah satu kapasitas yang harus dimiliki para pemangku jabatan fungsional. Sebab, penulisan KTI ini termasuk dalam bidang pengembangan profesi pada masing-masing jabatan fungsional. 

“Bimtek KTI diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh (pemangku) jabatan fungsional dalam memenuhi syarat pengembangan profesinya sekaligus dapat meningkatkan indeks profesionalitas ASN pada masing-masing unit kerjanya,” ujar Sugeng. 

Berikutnya, ia juga mengingatkan tentang situasi saat ini yang serba tidak menentu dan berubah-ubah dengan cepat, yang ia sebut TUNA (Turbulency, Uncertainty, Novelty, Ambiguity). Ia pun meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mampu mengatasi kondisi tersebut secara efektif dan efisien. 

Kemudian, Sugeng berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dengan amanah. Karena itu, diharapkan agar materi-materi yang diperoleh pada bimtek ini dapat diimplementasikan para peserta dalam mendukung tugas-tugas pemerintah. 

Baca Juga  Wapres Ma'ruf Amin Lantik Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXIX

Sebagai informasi, peserta bimtek berjumlah sebanyak 80 orang yang merupakan pemangku jabatan fungsional Analis Kepegawaian dan Arsiparis. Adapun pemateri dalam bimtek kali ini berasal dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). 

(rel/eki)